OJK Purwokerto Perluas Akses Keuangan, 840 Peserta Ikuti Kick Off Bulan Inklusi Keuangan 2026

BANJARNEGARA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha jasa keuangan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat melalui Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Kegiatan ini digelar secara hybrid di wilayah eks Karesidenan Banyumas dengan melibatkan 840 peserta dari berbagai kalangan.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Pendopo Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (8/10/2026). Peserta terdiri atas mahasiswa, pelajar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ibu rumah tangga dan kelompok perempuan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.

Kick Off BIK 2026 dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, didampingi Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina, Camat Pandanarum, Kapolsek Pandanarum, dan Danramil Pandanarum.

Inklusi Keuangan Masih Perlu Diperluas

Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengatakan, pelaksanaan BIK merupakan bagian dari komitmen nasional untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan target indeks inklusi keuangan Indonesia sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang disampaikan OJK, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada pada angka 93,61 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan masih lebih tinggi dibandingkan tingkat pemahamannya mengenai produk dan layanan keuangan.

Sementara itu, untuk mencapai target inklusi keuangan sebesar 98 persen pada 2045, masih diperlukan peningkatan sebesar 4,39 poin persentase dari capaian 2026.

Karena itu, kegiatan BIK tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk keuangan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong pemahaman agar masyarakat mampu memilih layanan yang aman, sesuai kebutuhan, dan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan.

Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, rangkaian BIK 2026 dilaksanakan sepanjang Oktober dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, asosiasi, serta lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank.

Potensi Pelajar dan UMKM Banjarnegara

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono mengapresiasi penyelenggaraan BIK 2026 di Kecamatan Pandanarum. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan literasi keuangan, khususnya bagi pelajar dan masyarakat secara umum.

Berdasarkan data Bagian Perekonomian Kabupaten Banjarnegara, potensi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencakup 70.330 siswa SD, 32.166 siswa SMP, 8.918 siswa SMA, dan 4.408 siswa SMK, baik negeri maupun swasta.

Jumlah tersebut menjadi peluang untuk memperluas kepemilikan rekening tabungan sejak usia sekolah. Melalui kebiasaan menabung, pelajar diharapkan mulai mengenal pengelolaan uang dan membangun perilaku keuangan yang sehat.

Potensi perluasan inklusi keuangan juga terdapat pada sektor produktif. Data pemerintah daerah mencatat sebanyak 75.924 pelaku UMKM berpotensi menjadi sasaran perluasan akses keuangan, termasuk akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Selain UMKM, terdapat potensi pada sektor perkebunan sebanyak 11.296 orang, pertanian hortikultura 997 orang, peternakan 3.350 orang, serta buruh ternak 161 orang.

Data tersebut menunjukkan besarnya peluang perluasan layanan keuangan di Banjarnegara, baik melalui tabungan, pembiayaan usaha, maupun layanan keuangan formal lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

Simpanan Pelajar Capai Rp11,27 Miliar

Data sektor keuangan Banjarnegara hingga Semester I 2026 menunjukkan, jumlah rekening Simpanan Pelajar (SimPel) mencapai 18.850 rekening dengan nominal simpanan sekitar Rp11,27 miliar.

Sementara itu, rekening reguler yang dibuka selama Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 1.409 rekening dengan nominal sekitar Rp1,821 miliar.

Untuk tabungan umum, jumlahnya mencapai 140.066 rekening dengan nilai simpanan sebesar Rp677,2 miliar.

Di sektor pembiayaan, kredit UMKM tercatat menjangkau 52.170 orang dengan total penyaluran mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

Data tersebut memperlihatkan bahwa layanan tabungan dan pembiayaan telah dimanfaatkan masyarakat. Namun, perluasan akses tetap diperlukan agar lebih banyak pelajar, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat lainnya dapat memanfaatkan layanan keuangan formal.

BPR dan PNM Salurkan Dukungan bagi Masyarakat

Dalam kegiatan Kick Off BIK 2026 di Pandanarum, juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan pembukaan rekening tabungan dari PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda).

Selain itu, dukungan akses permodalan bagi pelaku UMKM Desa Pandanarum diberikan melalui PT BPR Surya Yudhakencana dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kantor Cabang Banjarnegara.

Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.

Bagi pelaku UMKM, akses pembiayaan dapat menjadi salah satu sarana untuk menambah modal kerja, menjaga keberlangsungan usaha, serta meningkatkan kapasitas produksi. Sementara itu, pembukaan rekening tabungan diharapkan mendorong masyarakat membangun kebiasaan menyimpan uang melalui lembaga keuangan formal.

Meski demikian, pemanfaatan produk keuangan perlu disertai pemahaman mengenai biaya, bunga atau imbal hasil, kewajiban pembayaran, serta risiko yang menyertai setiap produk.

Ada 15 Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Di wilayah kerja OJK Purwokerto, Kick Off BIK 2026 dilaksanakan secara serentak melalui format hybrid dengan cakupan 15 kegiatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Kecamatan Pandanarum menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan.

Selama Oktober, OJK Purwokerto juga menyiapkan sejumlah program edukasi dan perluasan akses keuangan. Program tersebut meliputi Kick Off BIK, kegiatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta edukasi bagi anggota Kelompok Swadaya Masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (KSM TPST).

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan penyelenggaraan puncak BIK 2026 dalam bentuk Financial Expo (FinExpo).

Melalui rangkaian program tersebut, OJK berharap semakin banyak masyarakat yang memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus mampu menghindari berbagai bentuk kejahatan keuangan.

Perluasan akses pembiayaan juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Dengan demikian, inklusi keuangan tidak berhenti pada bertambahnya jumlah rekening atau penyaluran kredit, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah eks Karesidenan Banyumas.