Menko Pangan Zulhas Tinjau BBPTUHPT Baturraden, Soroti Tantangan Susu Nasional untuk Sukseskan Program MBG

BANYUMAS – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan peran strategis Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pemenuhan kebutuhan susu untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja, Jumat (23/1/2026).

Didampingi jajaran pejabat daerah dan pengelola balai, Zulkifli Hasan—yang akrab disapa Zulhas—langsung meninjau gudang pengolahan susu murni setibanya di kawasan BBPTUHPT Baturraden. Di hadapan awak media, ia mengapresiasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, terutama di Banyumas dan Cilacap.

“Program MBG ini bukan sekadar memberi makan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi muda Indonesia. Anak-anak yang bergizi baik akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih produktif,” ujar Zulhas.

Namun, ia tak menutup mata terhadap tantangan besar yang masih dihadapi. Zulhas mengungkapkan, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional saat ini masih bergantung pada impor. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi pemicu untuk memperkuat produksi dalam negeri, termasuk melalui optimalisasi peran balai pembibitan seperti BBPTUHPT Baturraden.

“Kita harus mempercepat peningkatan produksi susu nasional. Potensi kita besar, lahannya ada, peternaknya ada, teknologinya juga terus berkembang. Tinggal bagaimana semua ini disinergikan,” tegasnya.

Meski demikian, Zulhas mengapresiasi tren positif yang mulai terlihat di Baturraden. Produksi susu di balai tersebut disebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pihak BBPTUHPT Baturraden menyebutkan, saat ini mereka mampu memproduksi sekitar 6.000 hingga 7.000 liter susu per hari.

Angka itu dinilai menjadi kontribusi penting, tidak hanya bagi kebutuhan gizi masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai penopang program nasional seperti MBG. Zulhas berharap, capaian tersebut dapat terus ditingkatkan dan direplikasi di daerah lain.

“Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat dan daerah harus berjalan seiring. Ketahanan pangan, termasuk susu, adalah kerja bersama,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan posisi Baturraden sebagai salah satu simpul penting dalam peta penguatan pangan dan gizi nasional, di tengah upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor dan memastikan generasi muda Indonesia tumbuh dengan asupan gizi yang memadai.