PERBAIKAN : Proses perbaikan jalan Kapten Piere Tendean Purwokerto, oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU), belum lama ini.
PURWOKERTO – – Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Masa kepemimpinan Bupati Sadewo, mencanangkan program tidak ada hari tanpa pengaspalan.
Namun demikian, Pemkab juga mengajak kerjasama masyarakat untuk turut serta menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak dan tetap layak digunakan. Partisipasi warga dinilai penting untuk mendukung program pemeliharaan jalan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banyumas Kresnawan, melalui Kabid Jalan dan Drainase DPU Banyumas, Rusli Kurnia, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk menjaga agar kondisi jalan lebih awet.
“Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan melalui pemeliharaan sederhana di lingkungan masing-masing. Salah satu contoh nyata yakni dengan menjaga fungsi drainase dengan baik,” katanya, Selasa (07/04/2026).

GENANGAN Air mengalir di badan jalan wilayah Purwokerto, saat hujan turun, akibat drainase tidak berfungsi optimal.
Maka dari itu, bagi masyarakat yang hendak membuat akses jalan masuk ke rumah atau tempat usaha, yang melewati saluran drainase semestinya mengajukan permohonan ijin pemanfaatan Rumija (Ruang Milik Jalan). Tujuannya untuk bisa memastikan bahwa fungsi drainase maupun jalan tidak terganggu.
“Saat ini banyak terjadi warga yang menutup drainase dengan kondisi yang tidak sesuai secara teknis. Sehingga air dari Jalan bukannya masuk ke drainase tapi yang terjadi badan jalan yang berfungsi untuk jalan air,” katanya.
Rusli menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan usia dan beban kendaraan, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan, khususnya sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.
Aliran air yang menggenang atau melintas di atas aspal dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Ia mencontohkan, banyak ruas jalan rusak akibat bahu jalan yang ditumbuhi rumput serta saluran air yang tersumbat sampah. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke badan jalan dan merusak lapisan aspal.
“Kami mengajak masyarakat ikut membantu dengan pemeliharaan sederhana, seperti membersihkan rumput di bahu jalan atau saluran air di tepian jalan,” ujar Rusli.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah ke saluran drainase karena dapat menghambat aliran air. Menurutnya, kebersihan lingkungan sekitar jalan sangat berpengaruh terhadap umur teknis infrastruktur jalan.
Rusli menegaskan, pemeliharaan jalan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kondisi jalan di Kabupaten Banyumas diharapkan tetap terjaga meski anggaran pemeliharaan terbatas.