BANYUMAS, suarabanyumas.co.id – Maraknya kasus kekerasan seksual yang belakangan mencuat di wilayah Banyumas mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Banyumas Fraksi PKB, Tati Irawati. Ia menilai berbagai kasus yang muncul, baik di lingkungan kampus maupun lembaga sosial, menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Selain sebagai legislator, Tati juga dikenal sebagai Ketua Fatayat NU Banyumas yang selama ini aktif dalam isu pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Menurutnya, kasus-kasus yang terungkap menunjukkan bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di berbagai ruang, bahkan di tempat yang selama ini dianggap aman.
“Kita sangat prihatin karena kasus kekerasan seksual bisa terjadi di berbagai lingkungan, termasuk kampus dan lembaga sosial. Ini menjadi peringatan bahwa perlindungan terhadap perempuan harus diperkuat secara serius,” kata Tati.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui edukasi serta penguatan sistem pengawasan di berbagai lembaga. Menurutnya, budaya saling melindungi dan berani melapor harus terus dibangun di tengah masyarakat.
“Korban harus berani melapor dan masyarakat harus memberikan dukungan. Jangan sampai korban justru disalahkan atau merasa takut untuk menyampaikan kebenaran,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD, Tati mendorong agar pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta aparat penegak hukum memperkuat koordinasi dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual.
“Kita perlu memperkuat regulasi, sistem pelaporan yang aman, serta pendampingan bagi korban. Negara harus hadir memastikan korban mendapatkan perlindungan dan keadilan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk aktif melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga martabat manusia dan menghormati hak-hak perempuan.
Menurut Tati, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, dan komunitas. Dengan demikian, Banyumas dapat menjadi daerah yang aman serta memberikan ruang yang sehat bagi perempuan untuk berkembang tanpa rasa takut.
editor : zahraa