Mantap! SPPG Kaliori Gandeng BUMDes Kendalisada. Mas Imanda: Bukti Nyata MBG Dorong Ekonomi Rakyat

BANYUMAS – Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Rachmat Imanda, SE., Ak., memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara BUMDes Kendalisada Desa Kaliori, Kecamatan Kalibago dengan SPPG Kaliori. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dinilai sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menurut Rachmat, kolaborasi antara lembaga ekonomi desa dan sektor pengolahan pangan ini menjadi bukti bahwa konsep MBG bukan sekadar program administratif, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kecil di wilayah Kalibagor dan sekitarnya.

“Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa gotong royong bisa menjadi kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.

Politisi Gerindra yang dikenal aktif mendorong penguatan ekonomi berbasis desa itu menegaskan, kerja sama antara BUMDes Kendalisada dan SPPG Kaliori berpotensi menciptakan rantai nilai ekonomi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
|
Melalui pola kemitraan ini, hasil panen petani dapat terserap dengan harga yang lebih stabil, sementara lembaga desa memperoleh pendapatan tambahan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi lokal.

“Dari awal saya bilang, BUMDes dan Kopdes harus ambil bagian. Ada peluang usaha, melalui program MBG. Jangan hanya jadi penonton,” tambahnya.

Rachmat juga menilai, sinergi antara BUMDes dan SPPG menjadi contoh implementasi ideal dari MBG, di mana nilai gotong royong, efisiensi ekonomi, dan kemandirian desa berpadu dalam satu ekosistem. Ia berharap model kerja sama semacam ini bisa direplikasi di desa-desa lain di Banyumas agar manfaatnya semakin luas dan terasa bagi masyarakat bawah.

Selain memberikan apresiasi, Rachmat mendorong agar Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memberikan **pendampingan dan penguatan kapasitas manajerial** bagi pengurus BUMDes dan lembaga mitra di sektor produktif. Dengan demikian, kerja sama tidak berhenti pada seremoni MoU, tetapi benar-benar menghasilkan nilai ekonomi riil bagi masyarakat desa.

“MoU ini harus menjadi momentum bahwa MBG bukan hanya konsep, tetapi gerakan ekonomi rakyat berbasis solidaritas dan keberlanjutan. Jika setiap desa mampu meniru pola ini, saya yakin kesejahteraan masyarakat Banyumas akan meningkat secara nyata,” pungkas Rachmat Imanda.