PURBALINGGA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa Seminar Pencegahan Penyalahgunaan dan Penanggulangan Narkoba yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di Aula Balai Desa Jompo, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Seminar ini dihadiri oleh masyarakat Desa Jompo, Karang Taruna Desa Jompo, serta organisasi pelajar IPNU-IPPNU Desa Jompo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala BNNK Purbalingga, Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd, Kepala Desa Jompo Mun Prasetyo, S.T, Kepala LPPM UIN SAIZU Mawi Khusni Albar, M.Pd, serta Ketua Pelaksana Kegiatan Ilham Alhamdi.
Dalam sambutannya, Sebagai ketua pelaksana, Ilham Alhamdi menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Desa Jompo mengenai bahaya narkoba serta langkah-langkah pencegahannya. “Kami berharap melalui seminar ini, masyarakat Desa Jompo semakin waspada terhadap peredaran narkoba dan mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Kepala Desa Jompo Mun Prasetyo, S.T menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa edukasi narkoba sangat penting bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari desa. Kehadiran BNN dan mahasiswa KKN menjadi bentuk kepedulian nyata dalam menjaga generasi Desa Jompo dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPPM UIN SAIZU, Mawi Khusni Albar, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. “KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang aktualisasi mahasiswa untuk hadir dan memberi solusi atas persoalan sosial. Edukasi bahaya narkoba ini sejalan dengan misi UIN SAIZU dalam membangun masyarakat yang sehat, sadar hukum, dan berakhlak,” tuturnya.
Ketua BNNK Purbalingga Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd dalam sambutannya menekankan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa dan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN. Diperlukan peran aktif masyarakat, tokoh desa, organisasi pemuda, dan mahasiswa. Edukasi dan pencegahan adalah benteng utama agar masyarakat tidak terjerumus,” tegasnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari BNNK Purbalingga, yakni Tarsito, S.Sos, selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Purbalingga, dan Awan Pratama, S.IP., M.I.Pol, selaku Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Purbalingga.
Dalam pemaparannya, Tarsito, S.Sos menjelaskan jenis-jenis narkoba, modus peredarannya, serta dampak serius penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan dan kehidupan sosial. Sementara itu, Awan Pratama, S.IP., M.I.Pol memaparkan mekanisme rehabilitasi serta pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan korban penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif dari peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan Desa Jompo Bersih dari Narkoba (Bersinar).