Kejar Target Infrastruktur, DPU Banyumas Lembur Semalam Aspal Jalan Piere Tendean

LEMBUR : Pekerja melakukan pengaspalan Jalan Kapten Piere Tendean di Purwokerto, Selasa (31/03/2026) malam.

BANYUMAS — Upaya percepatan perbaikan infrastruktur terus digenjot Pemerintah Kabupaten Banyumas. Salah satu potret nyata terlihat pada Selasa (31/03/2026) malam, saat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas menggelar pengaspalan intensif di ruas Jalan Kapten Piere Tendean, tepat di depan SPN 8 Purwokerto.

 

Di bawah sorot lampu proyek, para pekerja tampak berjibaku menyelesaikan pengaspalan sepanjang 450 meter dengan lebar bervariasi antara 6,5 hingga 7,5 meter. Pengerjaan dilakukan dalam satu malam penuh guna meminimalisir gangguan arus lalu lintas di kawasan perkotaan yang padat.

 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, melalui tagline “Tiada Hari Tanpa Pengaspalan Jalan”. Program tersebut masuk dalam kerangka Trilas, visi pembangunan pasangan Sadewo–Lintarti untuk memperkuat konektivitas wilayah.

 

Kepala Bidang Jalan dan Drainase DPU Banyumas, Rusli Kurnia, menyebut bahwa percepatan pengerjaan menjadi strategi utama untuk menjawab keluhan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan.

 

“Pengaspalan kami kebut semalam suntuk. Kami menyadari beberapa ruas jalan di wilayah perkotaan Purwokerto sudah lama tidak tersentuh perbaikan, bahkan ada yang lebih dari sepuluh tahun,” ujarnya.

 

Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan di Banyumas memang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 1.679,41 kilometer, tingkat kemantapan jalan baru berada di kisaran 53–54 persen. Sementara sekitar 46 persen masih membutuhkan penanganan, dengan 44 persen di antaranya masuk kategori tidak mantap.

 

Selain itu, Banyumas juga dilintasi jalan provinsi sepanjang 164,63 kilometer dan jalan nasional sepanjang 69,28 kilometer, yang turut memengaruhi mobilitas dan distribusi barang serta jasa di wilayah tersebut.

 

Untuk tahun 2026, Pemkab Banyumas mengalokasikan anggaran sebesar Rp52 miliar khusus sektor jalan. Anggaran ini tidak hanya difokuskan pada pengaspalan, tetapi juga mencakup pembebasan lahan untuk mendukung proyek strategis.

 

“Dari total Rp52 miliar tersebut, sebesar Rp4,585 miliar digunakan untuk pengadaan tanah, salah satunya guna mendukung pembangunan Jembatan Sidaboa,” jelas Rusli.

 

Pemkab memastikan program perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dan merata, mulai dari wilayah pinggiran hingga pusat kota. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.