ISKA Banyumas dan ISNU Perkuat Kerja Sama Intelektual untuk Kemaslahatan Masyarakat

oleh Tim Redaksi

PURWOKERTO – Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Banyumas bersama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) meneguhkan komitmen kerja sama berkelanjutan dalam bidang intelektual dan kebangsaan. Sinergi lintas iman ini diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi pemikiran yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat dan penguatan kohesi sosial.

Ketua ISKA Banyumas, Bimas Dewanto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan ISNU merupakan langkah strategis dalam menghadirkan peran nyata kaum intelektual di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, tantangan kebangsaan tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan dialog dan kerja bersama lintas latar belakang.

“ISKA melihat pentingnya membangun ruang intelektual yang inklusif. Kerja sama dengan ISNU adalah bentuk ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi yang berakar pada nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ujar Bimas Dewanto.

Ia menjelaskan, ISKA dan ISNU memiliki kesamaan visi dalam memperkuat nilai toleransi, keadilan sosial, dan persatuan bangsa. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan kritis sekaligus konstruktif yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Bimas menambahkan, kolaborasi lintas iman bukan hanya soal membangun relasi antarorganisasi, tetapi juga tentang memperluas peran intelektual agar lebih membumi. Melalui kerja sama ini, ISKA ingin mendorong lahirnya program-program edukatif dan advokatif yang menyentuh kebutuhan riil publik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua ISNU, Prof. Dr. Nurul Anwar, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan ISKA sejalan dengan karakter ISNU yang menjunjung tinggi nilai moderasi, dialog, dan keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sinergi ISNU dan ISKA merupakan wujud tanggung jawab intelektual untuk menjaga ruang kebangsaan tetap sehat dan inklusif,” tutur Prof. Nurul Anwar.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana penguatan agenda bersama, mulai dari forum diskusi kebangsaan, kajian ilmiah lintas iman, hingga kegiatan sosial berbasis literasi dan pemberdayaan masyarakat. Kedua organisasi sepakat menjaga kesinambungan kolaborasi agar berdampak jangka panjang.

Bimas Dewanto berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh praktik baik sinergi lintas iman di tingkat lokal. Menurutnya, ketika intelektual mampu bersatu dalam semangat kemanusiaan, maka perbedaan justru menjadi sumber kekuatan untuk membangun masa depan bangsa yang lebih adil dan beradab.