Ini Desa di Banyumas yang Berpotensi Dikembangkan Menjadi Desa Wisata Tahun 2026

oleh Tim Redaksi

BANYUMAS — Kabupaten Banyumas terus memantapkan langkah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Sejumlah desa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata pada tahun 2026, seiring kekayaan alam, kearifan lokal, serta tradisi budaya yang masih terjaga dengan baik.

Potensi tersebut meliputi panorama perbukitan, hamparan persawahan, aliran sungai, hingga sumber mata air alami yang bisa dikemas menjadi daya tarik wisata. Tak hanya itu, aktivitas keseharian warga seperti pertanian, perikanan, dan peternakan juga berpeluang dikembangkan menjadi wisata edukasi, selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Banyumas pun mendorong desa-desa untuk menggali dan memetakan potensi unggulan masing-masing. Upaya tersebut meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penataan lingkungan, penguatan kelembagaan desa, hingga strategi promosi wisata agar mampu bersaing dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banyumas, Ciptaning Dasyandani, M.Si, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap desa-desa yang berpotensi menjadi desa wisata.

“Tujuan monev ini selain melakukan kunjungan langsung ke lapangan juga untuk melihat kondisi aktual terkait kesiapan sarana dan prasarana, sekaligus memberikan saran, masukan, dan rekomendasi perbaikan agar desa dapat mengoptimalkan potensinya, memperkuat kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta mengukur dampaknya terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Ciptaning, Sabtu (7/2).

Menurutnya, hasil monev akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, khususnya terkait pengalokasian anggaran yang efisien dan tepat sasaran. Selain itu, monev juga berfungsi untuk mendukung pengembangan infrastruktur serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan.

Untuk tahun 2026, terdapat dua desa yang menjadi fokus pengembangan desa wisata, yakni Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, dan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok.

Kepala Desa Pancasan, Sukirno, mengungkapkan desanya memiliki potensi sumber mata air jernih yang melimpah dan telah lama dimanfaatkan masyarakat. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas dorongan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Desa Pancasan memiliki potensi sumber daya alam air yang luar biasa. Dengan dikembangkan menjadi desa wisata dan industri, kami berharap ke depan desa bisa semakin maju,” ujarnya.

Saat ini, sumber mata air Desa Pancasan telah dimanfaatkan untuk kolam renang, perikanan, dan pertanian. Bahkan sejak era 1980-an, sumber air tersebut juga digunakan oleh PDAM untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah kecamatan di Banyumas hingga Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, Sekretaris Desa Panembangan, Anggoro Agus Triono, ST, menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan kembali potensi desa yang dikenal sebagai desa mina padi dan sentra perikanan. Produk unggulan desa ini bahkan telah berkembang menjadi olahan bernilai tambah seperti keripik ikan nila, ikan nila kemasan, hingga es krim berbahan dasar nila.

“Dari sisi administrasi, tentu kami harus berbenah. Pembentukan dan penguatan Pokdarwis serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi prioritas. Kelengkapan administrasi akan kami siapkan agar memenuhi syarat sebagai desa wisata. Selain itu, kami juga berharap dukungan infrastruktur yang lebih memadai,” jelas Anggoro.

Ia menambahkan, infrastruktur yang baik akan mempercantik wajah Desa Panembangan, khususnya akses menuju lokasi wisata mina padi, sehingga lebih menarik bagi wisatawan dari luar daerah.

Namun demikian, Anggoro mengakui adanya kendala anggaran pada tahun 2026 akibat penurunan dana desa yang signifikan. “Dana desa kami turun dari sekitar Rp1,5 miliar menjadi Rp373.456.000. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, melalui musyawarah desa, Pokdarwis sebagai pengelola wisata akan diberi keleluasaan dalam penggunaan anggaran agar pengembangan infrastruktur bisa dilakukan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat, pengembangan Desa Pancasan dan Desa Panembangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di Kabupaten Banyumas.