Hari Tani Nasional. Tati Irawati Luncurkan ‘Gerakan Menanam Serentak’, Dukung Kemandirian Pangan

BANYUMAS – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Fatayat NU Banyumas meluncurkan program Gerakan Menanam Serentak yang digagas oleh Anggota DPRD Banyumas sekaligus Ketua PC Fatayat NU Banyumas, Tati Irawati. Program ini mengajak seluruh 27 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat untuk menanam tanaman dapur hidup, seperti cabai dan sayuran, menggunakan polybag maupun lahan pekarangan.

Menurut Mbak Ira, gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian Fatayat NU terhadap ketahanan pangan keluarga. “Dengan budaya menanam, kita bisa lebih mandiri. Dapur hidup ini sangat bermanfaat, apalagi saat harga cabai atau sayur melonjak, kita bisa memetik langsung dari pekarangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan menanam serentak di seluruh PAC Fatayat Banyumas merupakan komitmen organisasi perempuan NU untuk menghadirkan solusi praktis bagi anggota dan masyarakat. Kemandirian pangan di tingkat keluarga, katanya, akan berdampak besar pada ketahanan pangan daerah.

Fatayat NU Banyumas menekankan, konsep dapur hidup dengan polybag tidak membutuhkan lahan luas. Justru, metode ini bisa diterapkan di halaman rumah yang sempit sekalipun. Dengan begitu, setiap keluarga bisa memulai langkah kecil menuju kemandirian pangan.

“Budaya menanam harus jadi gaya hidup baru. Tidak hanya ibu-ibu di desa, tetapi juga ibu muda di perkotaan. Ini sederhana, murah, dan hasilnya bisa langsung dirasakan,” tambah Mbak Ira lagi.

Gerakan ini sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam komunitas Fatayat. Di beberapa PAC, kegiatan menanam dilakukan bersama-sama sebagai bentuk kampanye agar kader lebih semangat. Hasil panen nantinya tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi usaha kecil berbasis pangan lokal.

Program ini sejalan dengan semangat Hari Tani Nasional yang menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa. Dengan mengajak ibu-ibu Fatayat terlibat aktif, gerakan ini juga menjadi kontribusi nyata perempuan dalam memperkuat kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga.

“Kalau 27 PAC bergerak serentak, dampaknya tentu luar biasa. Kita mulai dari hal kecil: menanam, merawat, lalu memanen. Dari dapur sendiri, kita bisa membangun ketahanan pangan keluarga, bahkan Banyumas,” pungkas Tati Irawati.