Suasana pertandingan Liga 4 Jawa Tengah saat Persibas menjamu PSIP Pemalang di Stadion Satria Purwokerto, Rabu (21/01/2026).
PURWOKERTO – Stadion Satria Purwokerto bergemuruh di detik-detik terakhir. Saat ribuan pasang mata nyaris pasrah pada hasil imbang, Ardia Malik Putra muncul sebagai penentu nasib Persibas Banyumas. Gol tunggalnya di menit ke-95 ke gawang PSIP Pemalang, Rabu (21/1/2026), mengantar Laskar Bawor tetap bertengger di puncak klasemen Grup E Liga 4 Jawa Tengah sekaligus mengunci tiket ke babak 16 besar.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persibas tampil menekan. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir kerap menemui kebuntuan. Sundulan Rizky Novriansyah pada menit ke-9, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan, masih mampu dimentahkan kiper PSIP. Di sisi lain, tim tamu memberi perlawanan sengit. Eksekusi tendangan bebas Suryanto di menit ke-17 sempat membuat publik tuan rumah terdiam ketika bola membentur mistar.
Babak pertama berjalan dalam tempo tinggi. Menit ke-40, sepakan jarak jauh Fadel Muhammad kembali mengancam gawang PSIP, tetapi Muhammad Zidan tampil sigap di bawah mistar. Skor kacamata bertahan hingga turun minum, meninggalkan ketegangan di tribun.
Memasuki paruh kedua, Persibas meningkatkan intensitas serangan. Pergantian pemain dan variasi umpan silang terus dicoba untuk membongkar pertahanan rapat PSIP. Namun, disiplin lini belakang tim tamu membuat peluang tuan rumah selalu kandas di sentuhan terakhir.
Drama akhirnya pecah di masa injury time. Berawal dari kemelut di depan gawang, Ardia Malik Putra—pemain bernomor punggung 25—menyambar bola dan menceploskannya ke dalam jala. Gol itu sontak memicu ledakan euforia di stadion, mengubah ketegangan menjadi pesta kemenangan.
Pelatih PSIP Pemalang, M. Irfan, memilih menyoroti kerja keras anak asuhnya ketimbang hasil akhir. “Pemain kami tidak ada yang cedera. Permainan yang sengit, permainan yang bagus, di akhir penyisihan grup. Kami tidak mau mengomentari apa pun,” ujarnya. Ia menegaskan laga ini akan menjadi bahan evaluasi tim ke depan.
Sementara itu, pelatih Persibas, Agus Yuniardi, mengakui laga berjalan menguras fisik dan emosi. “Pertandingan tadi cukup menguras energi, menguras emosi. Banyak hal yang seharusnya bisa kami selesaikan di babak awal, tapi baru tercipta di menit akhir,” kata Adel, sapaan akrabnya. Ia menambahkan bahwa penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah jelang babak 16 besar.
Absennya dua pilar utama, Ridwan akibat akumulasi kartu dan Kapten Latif yang izin keluarga, turut memengaruhi kreativitas tim. “Ada sedikit kepincangan, kurang trigger dan kreasi,” ungkap Adel.
Kemenangan ini memastikan Persibas Banyumas melaju ke babak 16 besar sebagai juara Grup E dengan koleksi 15 poin—modal berharga untuk menatap fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi.