Gerak Cepat Relawan NU Cilacap Saat Longsor Majenang

oleh Tim Redaksi

CILACAP –Anggapan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) lamban bergerak saat terjadi bencana kembali ditepis oleh aksi nyata para relawan di lapangan. Begitu kabar tanah longsor di wilayah Majenang tersebar pada malam hari, berbagai unsur NU langsung turun tanpa menunggu komando panjang.

Dalam hitungan jam, NU Peduli, LPBI NU, Banser Lalu Lintas, Banser Siaga Bagana, Muslimat, hingga Fatayat NU sudah berada di lokasi terdampak untuk melakukan respon cepat. Pengurus PCNU Cilacap, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa seluruh struktur NU dari tingkat cabang hingga ranting langsung melakukan koordinasi dan aksi konkret.

“Begitu informasi masuk, malam itu juga semua elemen NU bergerak. Tidak ada menunggu. Ini tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Taufik Hidayat.

Dapur Umum, Posko, dan Mobil Layanan Standby 24 Jam

Data dari PCNU Cilacap menyebutkan, Fatayat dan Muslimat NU langsung menyiapkan dapur umum, sementara MWCNU mendirikan posko darurat di beberapa titik. Seluruh sekolah NU, MWCNU, hingga ranting-ranting NU menggalang solidaritas dan bantuan logistik.

Di saat bersamaan, LazisNU Cilacap dan PC Ansor memerintahkan mobil layanan dan ambulans yang berada di sekitar Majenang untuk standby 24 jam penuh. Klinik NU Amanu Majenang juga menyiagakan tenaga kesehatan, peralatan, serta ruang pelayanan bagi warga terdampak.

Relawan LPBI NU Lakukan Mitigasi dan Tanggap Darurat

Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) PCNU Cilacap langsung melakukan mitigasi awal, asesmen cepat, hingga tindakan tanggap bencana. Semua kegiatan dilakukan secara mandiri, terkoordinir, dan tanpa menunggu bantuan eksternal.

“Ini khidmah. Kami bergerak bukan untuk dipuji atau diekspos, tapi karena itu kewajiban moral dan agama,” kata salah satu relawan LPBI NU di lokasi.

Sindiran Halus untuk Pihak yang Hanya Datang Saat Kamera Menyala

Taufik Hidayat menyentil pihak-pihak yang kerap mengkritik NU lamban saat bencana, tetapi justru tak terlihat di lapangan.

“Kalau masih ada yang bilang NU lamban, lambannya di mana? Yang suka bersuara keras itu sekarang pada di mana? Datang sporadis satu mobil, lalu difoto, diblow up, habis itu hilang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peran NU kadang tak terekspos secara proporsional dalam laporan resmi pemerintah. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat para relawan.

Aksi cepat NU di Majenang ini kembali menegaskan bahwa jaringan relawan NU, dari struktural hingga badan otonom, terus menjadi salah satu kekuatan kemanusiaan terbesar di daerah, bekerja dalam senyap namun nyata.