JATILAWANG, suarabanyumas.co.id – Riuh tepuk tangan pecah setelah nama-nama juara Festival Hadroh dan Sholawat Queen Bumi Al Falah diumumkan, Ahad (27/9/2026). Di Gedung Pusat Pendidikan SMP dan SMA BS Queen Bumi Al Falah, para peserta akhirnya mengetahui hasil penampilan mereka setelah bersaing dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2026.
Festival tersebut mempertemukan peserta dari dua kelompok kategori. Sebanyak 11 grup mengikuti kategori Muslimat/Fatayat, sedangkan enam grup lainnya berasal dari Madin, TPQ dan SD/MI. Untuk kategori Madin/TPQ/SD-MI, posisi juara pertama diraih SD Islam Masyitoh Kroya. Juara kedua ditempati TPQ Assalafiyah Sidaurip Kawunganten, sedangkan TPQ Al Falah Kalitapen meraih juara ketiga.
Sementara kategori Muslimat/Fatayat, Baitusholawat (BTS) Ajibarang keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Azzahrani Fatayat Gumelar, sedangkan Hidayatussalam Fatayat Tinggarjaya berada di posisi ketiga.
Festival dibuka secara simbolis oleh pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Mangunsari, Jatilawang, KH Ahmad Sobri. Penampilan peserta kemudian dinilai oleh tiga juri, yakni Ustadz Marzuki, Ustadz Soim dan Ustadzah Asoriyah, yang menilai penampilan masing-masing kelompok. Kepala SMP Queen Bumi Al Falah, Eko Waluyo turut hadir dan memberi sambutan.
Pendiri SMP dan SMA BS Queen Bumi Al Falah, H Agus Abdu Munif atau Gus Munif, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan. Ia juga bersyukur gedung pendidikan dua lantai yang menjadi lokasi festival kini dapat dimanfaatkan, sehingga momentum Maulid Nabi dan HSN 2026 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penanda berkembangnya fasilitas pendidikan Queen Bumi Al Falah.
Ketua Panitia, Teguh Adi Saputro, mengatakan seluruh peserta telah memberikan penampilan terbaik selama festival berlangsung. Menurutnya, hasil perlombaan sekaligus menjadi bagian dari semangat memperingati Maulid Nabi dan HSN melalui kegiatan yang bernuansa religius.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana festival ini menjadi ruang silaturahmi dan syiar. Kami bersyukur seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan dengan semangat,” kata Teguh.