Drama Tari Musikal “Senandung Asmara Baturraden” Memukau Penonton di Gedung Soetedja

oleh Tim Redaksi

BANYUMAS  — Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas (PAKEMAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengangkat kekayaan seni dan budaya lokal melalui sebuah karya pertunjukan spektakuler bertajuk Drama Tari Musikal “Senandung Asmara Baturraden”. Pementasan ini digelar pada Jumat, 21 November 2025 pukul 19.00 WIB di Gedung Kesenian Soetedja Purwokerto. dan live streaming di kanal Duta Wisata Banyumas dan Banyumas Arts Council.

Mengusung kisah romansa legendaris wilayah Baturraden yang penuh intrik, keindahan alam, serta nilai sejarah Banyumas, pertunjukan ini dipastikan menghadirkan pengalaman visual dan emosional yang kuat.

Dibungkus dalam konsep drama musikal yang menggabungkan unsur teater, tari tradisi, musik etnik, dan koreografi kontemporer, “Senandung Asmara Baturraden” digadang menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar Banyumas sepanjang tahun 2025.

Pertunjukan ini disutradarai oleh Ridwan “Bungsu” dengan naskah karya Jarot C. Setyoko, dibantu asisten sutradara Vania, serta diproduksi oleh Hafiz Beruk.

Komposisi tari dirancang oleh Sulaiman & Resi Aji, sementara Budi & Ardi bertanggung jawab sebagai penata musik, menghadirkan kombinasi instrumen tradisional dan nuansa musikal modern.

Dalam pementasan ini, Resi Aji memerankan tokoh utama Jaka Suta, sementara Vania berperan sebagai Limansih, sosok perempuan yang menjadi poros cerita asmara. Karakter Adipati Kutaliman akan diperankan oleh Dewa, dan Bagus Satria tampil sebagai Buyut Kertayasa.

Nama-nama lainnya yang memperkuat penampilan antara lain Seno (Banyak Waringin), Ejje (Siluman), serta para penari karakter satwa seperti Zahra (Merak), Prajna (Kupu-Kupu), Pipit (Kidang), dan Prabu (Monyet).

Barisan talent juga diperkuat oleh Bedayan Gendhis, Rara, Naya, dan Osa, serta pasukan Prajurit Manda, Amel, Melisa, Rere, dan Hasan, menjadikan pertunjukan ini semakin megah dengan kekuatan kolektif di atas panggung.

Acara ini turut didukung berbagai sanggar seni ternama di Banyumas, antara lain Jagabaya Nuswantara, Banyumas DwipaReksa, Beruk Budaya, dan Samudra, yang selama ini menjadi pilar pelestarian seni tradisional di wilayah Barlingmascakeb.

Melalui gelaran ini, PAKEMAS berharap masyarakat Banyumas dan sekitarnya dapat semakin mencintai seni pertunjukan dan memahami nilai historis cerita Baturraden yang selama ini menjadi identitas budaya daerah.

“Senandung Asmara Baturraden bukan sekadar pementasan, tetapi ruang untuk merayakan keindahan seni dan identitas Banyumas,” ujar tim produksi dalam pernyataannya.

Acara yang menampilkan kekayaan seni budaya Banyumas ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, yang hadir sekaligus memberikan sambutan resmi.

IMG 20251122 WA0073 scaled 1 BANYUMAS  — Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas (PAKEMAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengangkat kekayaan seni dan budaya lokal melalui sebuah karya pertunjukan spektakuler bertajuk Drama Tari Musikal “Senandung Asmara Baturraden”. Pementasan ini digelar pada Jumat, 21 November 2025 pukul 19.00 WIB di Gedung Kesenian Soetedja Purwokerto. dan live streaming di kanal Duta Wisata Banyumas dan Banyumas Arts Council.

Dalam kesempatan tersebut, Lintarti menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan pagelaran tersebut

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pagelaran ini. Terima kasih kepada keluarga besar PAKEMAS, para penggiat seni, sanggar-sanggar tari, para pelatih, serta para pendukung acara yang telah berkolaborasi menghadirkan mahakarya malam ini,”ucapnya

Sementara itu, ditemui disela-sela pagelaran, ketua Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas(PAKEMAS), R. Dwi Hana, turut memberikan apresiasi atas suksesnya pagelaran ini. Ia menekankan bahwa pagelaran seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan sejarah lokal kepada masyarakat luas

“Pagelaran ‘Senandung Asmara Baturraden’ adalah wujud nyata bagaimana seni dapat menjadi bahasa universal untuk menyampaikan sejarah dan nilai-nilai Banyumasan. Melalui visualisasi yang indah, masyarakat dapat merasakan kedekatan emosional dengan budaya daerahnya sendiri,” ujarnya