Deklarasi Anti Judi Online dan Pinjol Ilegal Menggema di Festival Ekonomi Syariah Banyumas Raya

oleh Tim Redaksi

PURWOKERTO – Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Keresidenan Banyumas atau Selaras 2025 resmi dibuka pada Sabtu 30 Agustus 2025 di GOR Satria Purwokerto oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christovenny.

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (31/8/2025) dengan mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Ekonomi Syariah untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemanusiaan Ekonomi Regional.”

Dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh yang hadir sepakat untuk memerangi Judi Online dan Pinjaman Online Illegal dengan membacakan Deklarasi bersama sekaligus penandatanganan pakta integritas.

Christovenny mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur keuntungan instan dari judi online maupun kemudahan semu dari pinjol ilegal.

“Judol sering dianggap menguntungkan, pinjol terlihat ringan, padahal ujungnya justru membebani. Edukasi harus terus digencarkan agar masyarakat memilih jalan hidup yang halal,” tegasnya.

IMG 20250830 145021 PURWOKERTO – Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Keresidenan Banyumas atau Selaras 2025 resmi dibuka pada Sabtu 30 Agustus 2025 di GOR Satria Purwokerto oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christovenny.

LAYANAN PENUKARAN UANG BARU : BI Purwokerto menyediakan stand penukaran uang baru selama Festival Ekonomi Syari’ah Berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Sabtu – Minggu 30-31 Agustus 2025

Selaras 2025 terselenggara berkat kolaborasi Bank Indonesia Purwokerto dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, MUI, KNEKS, MES, Halal Center, perguruan tinggi, hingga berbagai instansi lain. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Banyumas Raya.

Dalam sambutannya, Christovenny mengungkapkan, secara nasional ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2024, rantai nilai halal tumbuh 4 persen dan berkontribusi 25,45 persen terhadap perekonomian nasional. Bahkan, Indonesia menempati posisi ketiga dalam State of the Global Islamic Economy Indicator, setelah Malaysia dan Arab Saudi, dengan target menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.

Selain pameran UMKM syariah dan program sertifikasi halal, Selaras 2025 juga menghadirkan inovasi melalui Zona PAS (Pangan Halal, Aman, dan Sehat), serta proyek wakaf produktif seperti pembangunan greenhouse melon dan wakaf sumur mesin di pesantren.

Namun, Christovenny menekankan bahwa tingkat literasi keuangan syariah masih perlu ditingkatkan. Survei 2024 menunjukkan literasi syariah baru mencapai 42,84 persen.

“Peningkatan literasi ini penting, agar masyarakat memahami bahwa syariah tidak hanya terkait pendidikan, tapi juga UMKM, gaya hidup halal, zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang bisa mengurangi kemiskinan,” ujarnya.

Dengan adanya gerakan bersama ini, Selaras 2025 diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi syariah di Banyumas Raya sekaligus melindungi masyarakat dari praktik keuangan yang merugikan, sembari mendukung visi Indonesia menuju pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.