BASARNAS Perluas Area Pencarian Hari Keempat, Lansia Diduga Hilang di Hutan Pekuncen Belum Ditemukan

oleh Tim Redaksi

BANYUMAS – Upaya pencarian terhadap seorang warga lanjut usia yang diduga hilang di kawasan hutan Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, memasuki hari keempat. Hingga Selasa (14/1/2026), tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Cilacap, Amin Riyanto, mengatakan bahwa pada hari keempat ini BASARNAS bersama unsur SAR gabungan memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).

“Hari keempat pencarian, BASARNAS dan tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga SRU. Area pencarian diperluas dari radius sebelumnya berdasarkan informasi kebiasaan aktivitas survivor,” ujar Amin Riyanto di lokasi operasi SAR.

Korban diketahui bernama Kardan (78), seorang warga Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (11/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB untuk mencari kayu bakar di kawasan hutan desa setempat.

Pada Minggu (12/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, seorang saksi sempat melihat korban berada di area hutan desa Karang Kemiri. Namun hingga lebih dari 24 jam kemudian, korban tak kunjung kembali ke rumah. Pemerintah desa bersama warga setempat telah melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas.

Dalam operasi hari keempat ini, SRU-1 melakukan penyisiran dengan radius sekitar 2,4 kilometer, SRU-2 menyisir area hingga 3 kilometer, sementara SRU-3 mengerahkan UAV Thermal (drone) untuk memantau lokasi-lokasi sulit dijangkau, termasuk kawasan tebing dan hutan lebat.

Namun demikian, hasil pencarian masih nihil. Tidak ditemukan petunjuk maupun tanda-tanda keberadaan survivor di seluruh area yang telah disisir.

Amin Riyanto mengungkapkan, tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari vegetasi hutan yang sangat rapat, kontur wilayah berupa tebing curam, hingga cuaca yang kerap diguyur hujan pada sore hari sehingga membatasi jarak pandang.

“Kendala utama di lapangan adalah vegetasi rapat, tebing curam, serta hujan yang hampir selalu turun menjelang sore hari. Meski demikian, tim tetap berupaya maksimal. Besar harapan kami agar survivor yang masih dalam pencarian ini dapat segera ditemukan,” tutupnya.

Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari kelima, dengan tetap mengerahkan seluruh potensi SAR gabungan dan memperhatikan keselamatan personel di lapangan.