Bank Indonesia Purwokerto Perkuat UMKM dan Literasi Keuangan Digital di Dieng Culture Festival XV 2025

oleh Tim Redaksi

BANJARNEGARA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui keikutsertaannya pada Dieng Culture Festival (DCF) XV 2025 yang berlangsung pada 23–24 Agustus 2025 di kawasan Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, dan area Pandawa Banjarnegara.

Mengusung tema “Back to The Culture”, partisipasi Bank Indonesia Purwokerto diwujudkan melalui berbagai program yang selaras dengan upaya memperkuat peran UMKM dan meningkatkan literasi keuangan digital. Dukungan tersebut antara lain berupa edukasi kebijakan Bank Indonesia, kampanye Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi penggunaan QRIS, perlindungan konsumen, serta fasilitasi booth bagi UMKM sektor makanan minuman, fashion, dan kriya di area Panggung Gatotkaca.

“Kehadiran booth UMKM bukan hanya memberi ruang promosi produk unggulan, tetapi juga menjadi sarana masyarakat dan wisatawan untuk merasakan langsung kemudahan transaksi digital menggunakan QRIS,” ujar Christoveny, Deputi Direktur yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

Selain mendukung UMKM, Bank Indonesia juga memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui program QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) 2025, yang menjadikan DCF sebagai destinasi terakhir. Sebanyak 10 tim peserta QJI menyelesaikan misi terakhir mereka di kawasan Candi Arjuna, bertepatan dengan ritual tradisi cukur rambut gimbal sebagai puncak acara DCF.

Sebelumnya, peserta QJI telah melaksanakan misi di sejumlah destinasi unggulan eks Karesidenan Banyumas, antara lain Kawasan Dawuhan Banyumas, Trans Banyumas (elektronifikasi transportasi), Kawasan Kota Lama Banyumas, serta Batik Hadi Priyanto. Program flagship ini mendorong semakin luasnya penggunaan QRIS yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

“Berbagai dukungan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akseptasi transaksi digital, serta memperkuat literasi keuangan di wilayah eks Karesidenan Banyumas,” tambah Christoveny.

Dengan sinergi ini, potensi UMKM diharapkan semakin dikenal, daya tarik wisata budaya Dieng kian meningkat, serta manfaat ekonomi dari penyelenggaraan festival dapat dirasakan lebih luas. Ke depan, KPwBI Purwokerto berkomitmen untuk terus mendukung promosi perdagangan dan pariwisata sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.