BANYUMAS — Sastrawan nasional Ahmad Tohari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya perdana santri Ma’had Aly Andalusia dalam kunjungan resmi yang dilakukan pada Kamis sore, 20 November 2025, di Perpustakaan Pribadi Ahmad Tohari, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas.
Rombongan mahasantri yang hadir terdiri dari Idris Ziee selaku penulis buku Basic Audio Pesantren, Ihsan Nur Sholih (Ketua UKM Jurnalistik & Literasi), serta dua perwakilan Media Ma’had Aly Andalusia, Hisyam Abdillah dan Hamdani. Kunjungan ini merupakan agenda pra-kegiatan menjelang acara resmi Talkshow & Launching Buku UKM Jurnalistik dan Literasi yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 22 November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyampaikan undangan resmi kepada Ahmad Tohari, melakukan sesi wawancara khusus bersama Media Ma’had Aly Andalusia, serta memperkenalkan buku perdana yang ditulis oleh Idris Ziee.
Pada sesi pengenalan karya, Ahmad Tohari menyampaikan apresiasi mendalam terhadap munculnya penulis muda dari lingkungan pesantren. Beliau menilai bahwa kehadiran buku Basic Audio Pesantren merupakan langkah penting dalam memperluas spektrum literasi di kalangan santri.
“Karya Mas Idris ini membuat saya teringat pada satu keluarga santri yang tiga generasinya pandai menulis semua — Gus Mus, ayahnya, kakeknya, bahkan menantunya, Ulil Abshar Abdalla. Mas Ulil itu kawan saya, seorang intelektual santri lulusan Harvard dan Boston University,” ujar Ahmad Tohari.
Beliau kemudian menambahkan dengan senyum dan nada ringan:
“Mas Idris ini dan teman-teman lainnya harus menjadi seperti Mas Ulil, atau barangkali bisa melebihinya,” disambut tawa hangat dari para tamu.

Karya perdana Idris Ziee ini disebut Ahmad Tohari sebagai “angin segar” bagi dunia literasi pesantren, karena mengangkat tema teknis audio dan tata suara — bidang yang jarang disentuh santri, namun memiliki peran besar dalam aktivitas dakwah dan panggung pesantren modern.
Kunjungan tersebut ditutup dengan dialog ringan seputar perkembangan literasi santri, harapan-harapan Ahmad Tohari terhadap generasi penulis baru dari pesantren, serta komitmen Ma’had Aly Andalusia untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah, teknis, dan sastra dari kalangan mahasantrinya.