KONI Banyumas Bidik Lima Besar Porprov 2026, Panjat Tebing Jadi Andalan Peraih Emas

PURWOKERTO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyumas membidik posisi lima besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 di Semarang Raya. Target ini menjadi langkah ambisius untuk meningkatkan prestasi olahraga Banyumas, setelah pada penyelenggaraan sebelumnya berada di peringkat kedelapan.

Optimisme tersebut didasarkan pada hasil evaluasi dan monitoring terhadap kesiapan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor). KONI Banyumas berharap persiapan yang dilakukan secara terukur mampu mendongkrak perolehan medali, terutama medali emas, sekaligus memperbaiki posisi dalam klasemen akhir.

Ketua Umum KONI Kabupaten Banyumas, Arie Suprapto, mengatakan peningkatan peringkat tidak bisa dilepaskan dari kontribusi maksimal seluruh cabang olahraga. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik setelah menjalani serangkaian persiapan menuju kompetisi.

Menurut Arie, cabang olahraga panjat tebing menjadi salah satu andalan Banyumas dalam mendulang medali emas. Meski setiap atlet saat ini dibatasi maksimal mengikuti tiga nomor pertandingan, ia berharap cabor tersebut tetap mampu memberikan kontribusi medali yang signifikan.

“Meski untuk cabor panjat tebing saat ini satu atlet maksimal tiga nomor, saya harap bisa mendulang emas yang signifikan. Demikian juga dengan cabang olahraga lain, saya berharap bisa menyumbang medali emas yang maksimal,” ujar Arie.

 

Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Banyumas saat ini memusatkan persiapan atlet melalui program training center atau sentralisasi. Sebanyak 395 atlet dan pelatih dari 33 cabang olahraga mengikuti pemusatan latihan di salah satu hotel di Purwokerto.

Pemusatan latihan ini menjadi bagian dari upaya mematangkan kesiapan atlet, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding. KONI berharap seluruh atlet dapat menjaga kondisi dan konsistensi latihan sehingga siap menghadapi persaingan dengan kontingen dari kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Sementara itu, delapan cabang olahraga menjalani pemusatan latihan di luar kota. Kebijakan tersebut dilakukan karena lokasi pertandingan atau venue berada di luar Banyumas. Selain menyesuaikan kebutuhan fasilitas latihan, langkah ini juga dimaksudkan agar atlet dapat beradaptasi lebih awal dengan lingkungan dan tempat pertandingan.

 

Di balik optimisme mengejar lima besar, KONI Banyumas masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan fasilitas olahraga yang memadai untuk mendukung pembinaan atlet.

Arie menilai ketersediaan venue yang sesuai standar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas latihan dan prestasi atlet. Ia mencontohkan cabang olahraga senam atau gymnastic yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pelatih dan kedisiplinan atlet. Dukungan sarana dan prasarana yang representatif juga diperlukan agar proses latihan dapat berlangsung optimal dan sesuai dengan kebutuhan kompetisi.

 

“Saya harap ada perhatian ke depan dari pihak terkait untuk venue-venue olahraga guna meningkatkan prestasi. Kami juga berharap adanya dukungan dari para pengusaha lokal di Banyumas,” katanya.

 

Arie mencontohkan keberadaan fasilitas menembak yang kini sudah memenuhi standar telah memberikan dampak positif terhadap pembinaan dan prestasi atlet menembak Banyumas. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa fasilitas yang memadai dapat menjadi investasi penting bagi kemajuan olahraga daerah.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta kalangan dunia usaha dapat terus bersinergi dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih baik. Dukungan tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menghadapi Porprov 2026, tetapi juga untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet Banyumas dalam jangka panjang.

 

Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kelancaran program pembinaan, pemusatan latihan, hingga kesiapan atlet menjelang pertandingan.

KONI Banyumas berharap sinergi antara pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mencapai hasil terbaik.

Dengan persiapan yang tengah berjalan, Banyumas kini menatap Porprov Semarang Raya 2026 dengan target yang lebih tinggi. Posisi lima besar menjadi sasaran utama, sementara raihan medali emas sebanyak mungkin diharapkan menjadi kunci untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Bagi KONI Banyumas, Porprov 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga momentum untuk mengukur hasil pembinaan olahraga daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas atlet agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.