WANGON – Keterampilan digital marketing menjadi salah satu modal penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produk di tengah perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Digital Marketing BUMDesma Harum LKD Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, yang digelar di Balai Desa Banteran, Wangon, Rabu (23/9/2026).
Pelatihan tersebut membekali peserta dengan keterampilan membuat konten digital, desain produk, pemanfaatan artificial intelligence (AI), serta editing video untuk mendukung pemasaran produk UMKM melalui media digital dan marketplace.
Direktur BUMDesma Harum LKD Wangon Eva Nurlaela Istikhoroh mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu peserta membuat konten dan memasarkan produk melalui marketplace.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta bisa membuat konten dan memasarkan produk melalui marketplace sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM di Wangon,” ujar Eva.
Wakil Camat Wangon Kisamso mengatakan perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pemasaran produk UMKM.
“Di era sekarang digital mendominasi kehidupan kita, semua orang sudah pegang HP, kita harus bisa memanfaatkannya untuk memasarkan produk UMKM yang dimiliki,” kata Kisamso.
Ia juga mengajak masyarakat membangun ekosistem ekonomi digital di Kecamatan Wangon untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Materi desain produk UMKM disampaikan Rujito, Direktur Mediamorphosis, dan Edi Aprilanto dari Tim IT Baznas Banyumas. Peserta dikenalkan dengan penggunaan Canva untuk membuat desain promosi serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam pembuatan konten.
“Dalam pemasaran produk UMKM, tampilan visual menjadi salah satu hal yang penting. Melalui Canva, pelaku UMKM bisa membuat desain produk yang lebih menarik dan informatif tanpa harus memiliki kemampuan desain yang rumit,” ujar Rujito.
Edi Aprilanto juga mengenalkan pemanfaatan AI untuk membantu pelaku UMKM menyiapkan kebutuhan promosi.
“Pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM dalam menyiapkan berbagai kebutuhan promosi, mulai dari mencari ide, membuat konsep konten, sampai membantu menghasilkan materi visual. Yang penting, teknologi ini digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, materi editing video disampaikan Irfan Bahtiar, Founder Instagram Info Purwokerto. Peserta belajar mengolah video sebagai salah satu bentuk konten untuk memperkenalkan dan memasarkan produk melalui media sosial.
“Konten video bisa menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM perlu belajar membuat video yang sederhana, menarik, dan sesuai dengan karakter media sosial yang digunakan,” ujar Ibe, sapaan akrabnya.
Peserta yang sebelumnya belum memiliki kemampuan dalam membuat konten digital mengikuti praktik selama pelatihan. Setelah mengikuti kegiatan, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk membuat desain, mengolah video, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk.(*)