BANYUMAS, suarabanyumas.co.id – MI Ma’arif NU 1 Pageraji terus memperkuat pendidikan agama sebagai bagian penting dari pembentukan karakter siswa. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Pesantren Madrasah Ihsanul Amal Tahun Ajaran 2026/2027.
Program Pesantren Madrasah resmi dibuka di Aula Pesantren Ihsanul Amal, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak 63 siswa mengikuti program yang akan berlangsung rutin setiap akhir pekan hingga April 2027.
Kepala MI Ma’arif NU 1 Pageraji, Akhmad Thontowi, mengatakan pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Menurutnya, penguatan nilai agama dan akhlak menjadi bekal penting yang akan dibawa siswa dalam menghadapi kehidupan di masa depan.
“Kami ingin memberikan bekal yang lebih lengkap kepada anak-anak. Bukan hanya pengetahuan umum, tetapi juga pemahaman agama, kebiasaan beribadah, dan akhlak yang menjadi fondasi mereka menghadapi masa depan,” kata Akhmad Thontowi.
Ia menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter. Nilai-nilai agama diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama program berlangsung, siswa mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari mengaji Al-Qur’an, kajian Kitab Safinah dan kitab kuning, hingga pembacaan Barzanji. Mereka juga dibiasakan menjalankan sejumlah amaliah, seperti tahlil, salat tahajud, salat hajat, dan salat dhuha.
“Kami ingin nilai agama tidak hanya dipahami anak sebagai teori, tetapi menjadi pengalaman yang mereka praktikkan. Sebab, kehidupan kelak penuh dengan dinamika dan tantangan. Ketika nilai dan praktik ibadah sudah tertanam sejak dini, insyaallah itu akan menjadi bekal yang terekam dalam diri mereka untuk mengarungi kehidupan,” kata Akhmad Thontowi.
Selain pembinaan keagamaan, Pesantren Madrasah Ihsanul Amal memberikan ruang bagi pengembangan wawasan dan keterampilan siswa. Kegiatannya mencakup bahtsul masail, ziarah, pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, serta olahraga pagi.
Pembinaan program melibatkan Munir Al Hafidz bersama 13 ustadz dan ustadzah. Kehadiran pengajar yang merupakan penghafal Al-Qur’an tersebut menjadi bagian dari upaya MI Ma’arif NU 1 Pageraji memperkuat pendidikan Qur’ani sekaligus memberikan teladan bagi siswa.