Tingkatkan Nilai Jual Produk Lokal, Warga Desa Danasari Ikuti Pelatihan Pembuatan Gula Aren Kristal

PURBALINGGA – Masyarakat Desa Danasari mengikuti pelatihan pembuatan gula aren kristal dalam kegiatan Ruang Usaha Warga Pertemuan ke-7 Program PPK Ormawa 2026 HMPS PGSD Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kepala Desa Danasari tersebut menghadirkan Bapak Priyanto dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Purbalingga sebagai narasumber.

Gula aren menjadi salah satu potensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Desa Danasari. Selama ini, masyarakat mengolah hasil aren menjadi gula batangan yang kemudian dijual berdasarkan berat per kilogram. Melihat potensi tersebut, pengolahan gula aren dikembangkan menjadi produk dengan bentuk dan nilai jual yang lebih beragam.

Menurut Priyanto dari Disperindagkop UKM Kabupaten Purbalingga, gula aren merupakan salah satu hasil yang banyak dihasilkan oleh masyarakat Desa Danasari.

“Di sini gula aren memang menjadi salah satu hasil yang banyak dihasilkan oleh masyarakat. Saya senang jika para penderes bisa sejahtera. Potensi yang sudah ada ini tinggal bagaimana kita kembangkan supaya memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan gula aren kristal, tetapi juga mengikuti proses pengolahannya secara langsung. Peserta diperkenalkan pada beberapa tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses pemasakan, pengadukan, hingga pembentukan kristal serta cara menghasilkan produk yang lebih siap dikemas dan dipasarkan.

Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam mengolah gula aren. Salah satu peserta, Sumedi, mengungkapkan rasa syukurnya karena pelatihan dapat kembali dilaksanakan di desa.

“Kami bersyukur ada pelatihan seperti ini. Sebelumnya kami pernah belajar membuat gula aren kristal, tetapi karena sudah cukup lama jadi lupa caranya. Waktu itu juga tempat pelatihannya cukup jauh, sehingga sekarang dengan adanya pelatihan di desa kami bisa belajar dan praktik lagi,” ungkap Sumedi.

Adit selaku PJ Ruang Usaha Warga Tim PPK Ormawa HMPS PGSD UMP mengatakan bahwa pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi gula aren yang sudah ada di Desa Danasari.7

“Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi pengalaman baru bagi masyarakat, terutama para penderes, untuk mengolah gula aren menjadi produk yang lebih beragam dan bisa memiliki nilai jual lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adit menjelaskan bahwa gula aren yang selama ini lebih dikenal dalam bentuk batangan dapat diolah menjadi gula aren kristal yang lebih praktis untuk digunakan, dikemas, dan disimpan.

“Selain praktik pengolahan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, mulai dari kebersihan selama proses produksi, hasil akhir, hingga pengemasan,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber mengenai pengembangan usaha gula aren. Peserta dapat berbagi pengalaman terkait proses produksi dan pemasaran yang selama ini dilakukan serta memperoleh masukan mengenai peluang pengembangan produk.

Pelatihan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui pengembangan gula aren kristal, masyarakat didorong untuk mengoptimalkan potensi bahan baku lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Upaya tersebut tidak hanya membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong praktik produksi yang lebih memperhatikan kualitas, kebersihan, efisiensi pengolahan, serta pengemasan produk secara bertanggung jawab.

Pengembangan produk lokal melalui diversifikasi olahan juga menjadi langkah untuk meningkatkan nilai ekonomi dari hasil aren yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Danasari. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki daya saing, serta dapat dipasarkan secara lebih luas.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengolahan gula aren yang dapat menjadi pilihan baru dalam memasarkan hasil produksi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri dan dikembangkan sesuai dengan potensi Desa Danasari.

Ke depan, gula aren kristal diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu produk olahan Desa Danasari, tidak hanya untuk menambah pilihan usaha masyarakat, tetapi juga untuk memperkenalkan potensi lokal Desa Danasari kepada masyarakat yang lebih luas. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kegiatan produksi yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab sesuai dengan semangat SDGs poin 12. (*/Chy)