PURWOKERTO – Tren kuliner berbahan dasar durian terus berkembang. Salah satu yang kini mulai mencuri perhatian pecinta kuliner di Purwokerto adalah usaha minuman dan dessert “Gendis Durian” milik Akwal Syarifudin. Mengusung konsep es durian dengan cita rasa legit dan bahan alami, usaha yang baru berjalan sekitar tiga bulan itu mulai mendapat respons positif dari masyarakat.
Akwal Syarifudin, yang akrab disapa Awal, mengatakan nama “Gendis Durian” memiliki makna khusus karena terinspirasi dari nama anaknya.
“Namanya Gendis Durian. Kenapa Gendis Durian? Itu terinspirasi dari nama anak saya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cabang yang berada di Purwokerto saat ini masih tergolong baru. Sementara pusat usahanya berada di kawasan Eks Pabrik Gula Kalibagor. Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, antusiasme pelanggan dinilai cukup baik, terutama saat akhir pekan.
“Kalau di sini memang baru sekitar tiga bulanan. Pusatnya di Kalibagor ,” katanya.
Menurutnya, salah satu ciri khas Gendis Durian dibanding produk serupa adalah penggunaan topping es krim yang dipadukan langsung dengan olahan durian asli. Tersedia dua varian rasa es krim, yakni vanilla dan leci.
“Yang membedakan itu kita ada topping es krimnya. Yang lain banyak yang tidak pakai es krim. Ada dua rasa, ” jelasnya.
Tak hanya itu, tekstur minuman dan dessert di Gendis Durian juga dibuat lebih kental dan legit sehingga menghadirkan sensasi rasa yang lebih nikmat saat disantap.
“Pada dasarnya orang minum es itu carinya segar, manis, dan nikmat. Kita buat lebih legit dan lebih kental,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seluruh produk yang dijual menggunakan bahan alami tanpa tambahan pemanis buatan. Rasa manis diperoleh dari gula, susu, dan buah durian asli berkualitas.
“Kita tidak pakai bahan pemanis buatan. Pemanisnya real dari gula, susu, dan duriannya. Durian yang kita pakai juga benar-benar durian asli yang manis, bukan durian olahan atau durian expired,” tegasnya.
Dalam sehari, terutama pada hari biasa, penjualan rata-rata berkisar 40 hingga 50 porsi. Namun saat Sabtu dan Minggu, jumlah pembeli meningkat cukup signifikan.
“Kalau Sabtu-Minggu memang luar biasa. Hari biasa estimasinya sekitar 40 sampai 50 cup,” katanya.
Gendis Durian buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk berbagai kalangan.
Menu paling murah adalah es teler tanpa durian seharga Rp10 ribu. Sedangkan menu andalan “Super Duren” dibanderol Rp25 ribu dan sudah dilengkapi topping es krim.
“Paling murah es teler tanpa durian Rp10 ribu. Kalau Super Duren itu Rp25 ribu sudah lengkap dengan es krim,” ujarnya.
Dengan rasa khas, penggunaan bahan alami, serta harga yang ramah di kantong, Gendis Durian disebut cocok dinikmati semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Anak-anak sampai dewasa aman dan cocok menikmati,” pungkasnya.