Relokasi 244 Pedagang Pasar Wage Tuntas, Jalan Wihara Kini Lebih Tertib dan Lancar

PURWOKERTO – Penataan kawasan Pasar Wage akhirnya memasuki babak baru. Jalan Wihara yang selama puluhan tahun dipadati pedagang kaki lima kini steril dari aktivitas jual beli. Sebanyak 244 pedagang resmi direlokasi ke lantai II Pasar Wage pada Minggu (22/3/2026) malam, atau H+1 Lebaran.

 

Langkah ini menandai realisasi rencana lama yang telah bergulir hampir 25 tahun. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyebut, keberhasilan penataan ini tidak lepas dari pendekatan humanis yang dilakukan kepada para pedagang.

 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan langkah mendadak, melainkan hasil proses panjang yang melibatkan dialog intensif dengan paguyuban pedagang.

“Selama hampir 25 tahun kondisi di sana tidak tertata dengan baik. Jadi penataan ini bukanlah hal yang mendadak,” ujarnya.

 

Menurut Gatot, relokasi ini membawa dampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. Jalan Wihara kini lebih rapi dan tidak lagi dipenuhi lapak yang sebelumnya memakan badan jalan.

 

DKUKMP mencatat, seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di luar telah difasilitasi tempat di dalam pasar. Kapasitas Pasar Wage dinilai masih mencukupi untuk menampung mereka.

 

Lebih jauh, penataan ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di dalam pasar. Gatot mengungkapkan, sejak Jalan Wihara mulai digunakan sebagai lokasi berjualan, tingkat kunjungan ke dalam pasar cenderung menurun.

 

“Ini bukan semata kebijakan pemerintah, tetapi juga respons atas tuntutan pengguna jalan dan pedagang di dalam pasar yang merasa sepi,” katanya.

 

Keluhan masyarakat terkait kemacetan dan ketidaktertiban di kawasan tersebut sendiri telah mengemuka sejak 2018. Kondisi itu menjadi salah satu dasar pemerintah untuk segera melakukan penataan.

 

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa penataan Pasar Wage menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Lintarti. Fokusnya adalah menciptakan lingkungan pasar yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

 

“Tujuannya adalah menciptakan suasana yang nyaman, setelah nyaman jadi aman. Baik pedagang maupun pembelinya. Pelan-pelan kami akan merevitalisasi pasar, dan Pasar Wage menjadi salah satu prioritas,” ujarnya.

 

Ia mengakui, proses relokasi ini tidak mudah dan memerlukan waktu panjang. Namun melalui pendekatan yang mengedepankan dialog dan kesepakatan, para pedagang akhirnya bersedia dipindahkan.

 

“Selama 25 tahun belum ada penyelesaian. Dengan langkah humanis, akhirnya relokasi pedagang di Jalan Wihara bisa terlaksana. Harapannya, Pasar Wage semakin nyaman dan diminati pembeli,” kata Sadewo.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati didampingi Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi serta Kepala DKUKMP Gatot Eko Purwadi melakukan monitoring langsung ke lantai II Pasar Wage, memastikan kesiapan lokasi baru bagi para pedagang.

 

Penataan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Pasar Wage sebagai pusat ekonomi rakyat yang tertib, nyaman, dan semakin diminati masyarakat.