PURWOKERTO – Dalam rangka menyemarakkan rangkaian Gebyar Ramadan Syariah (Gerak Syariah) 2026, Otoritas Jasa Keuangan melalui Kantor OJK Purwokerto menggelar Training of Trainers (ToT) bagi Penyuluh Agama Islam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.
Program ToT menjadi pembuka resmi rangkaian Gerak Syariah 2026 di Purwokerto. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta secara luring dan daring, yang berasal dari penyuluh agama Kementerian Agama se-Jawa Tengah dan DIY, termasuk perwakilan dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
Peran Strategis Penyuluh Agama Dorong Literasi Keuangan Syariah
Kegiatan ToT dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin dan Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady. Dalam sambutannya, Dwi Asih menekankan peran strategis penyuluh agama Islam dalam menjelaskan konsep keuangan syariah kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
“Penyuluh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat. Kolaborasi pemerintah daerah, OJK, dan penyuluh agama diharapkan mampu memperluas jangkauan literasi keuangan syariah serta mempercepat pemahaman masyarakat,” ujarnya.
Literasi Keuangan Syariah Masih Perlu Ditingkatkan
Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady menyampaikan bahwa industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan tren positif. Namun, tingkat literasi dan pemanfaatan produk keuangan syariah masih memerlukan penguatan, terutama di kalangan generasi muda, pelaku UMKM, serta komunitas berbasis sosial dan keagamaan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan syariah tercatat 43,42 persen, sementara tingkat inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41 persen. Melalui ToT ini, para penyuluh agama diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pemahaman keuangan syariah secara lebih masif di Jawa Tengah dan DIY.
Materi ToT: Dari Pembayaran Tunai hingga Waspada Kejahatan Digital
ToT menghadirkan sejumlah narasumber lintas lembaga dengan materi praktis dan relevan, antara lain:
Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto: Sistem dan alat pembayaran tunai
Asbisindo: Pengelolaan keuangan syariah
PT Phintraco Sekuritas: Pengenalan pasar modal
Masyarakat Ekonomi Syariah Banyumas: Transaksi ekosistem keuangan digital syariah
OJK Purwokerto: Waspada judi online, pinjaman online ilegal, dan kejahatan keuangan digital
Materi tersebut dirancang agar mudah dipahami dan dapat diteruskan oleh para penyuluh kepada jamaah dan masyarakat binaannya.
Rangkaian Gerak Syariah 2026
Selain ToT, OJK Purwokerto juga menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangkaian Gerak Syariah 2026, antara lain Roadshow Literasi Keuangan Syariah, Lomba Kultum Keuangan Syariah, Lomba Seni Hadroh, Kuis Takjil Instagram, Lomba Reels, Lomba Artikel Keuangan Syariah, Podcast Ngopi Ngapak Edisi Ramadan, hingga Puncak Gerak Syariah.
OJK Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah demi kesejahteraan masyarakat luas.