Awali Peringatan Hari Jadi ke-455 Banyumas, Bupati Sadewo Pimpin Ziarah ke Makam Raden Joko Kaiman

BANYUMAS– Peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas diawali dengan prosesi ziarah ke makam Raden Joko Kaiman, Bupati pertama Banyumas, di kompleks pemakaman Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kamis (12/2/2026). Ziarah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Banyumas yang diperingati setiap 22 Februari. Suasana khidmat menyelimuti prosesi doa bersama dan tabur bunga di pusara pendiri Kabupaten Banyumas tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu para Asisten Sekda Banyumas, anggota DPRD Banyumas Ofan Sofyan, serta sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Banyumas.

Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menegaskan bahwa kemajuan Banyumas saat ini tidak dapat dilepaskan dari perjuangan dan pengabdian para leluhur, terutama Raden Joko Kaiman yang dikenal dengan gelar Adipati Warga Utama II.

“Ziarah kiye, dudu arep ngagung-agungaken sing wis suwargi, Lanjeng Adipati Warga Utama II, ananging mligi mujudaken pengenget-enget maring para leluhur, sing wis akeh dharma baktine, khususe maring Kabupaten Banyumas, sing siki katon widodo lestari kalis ing sambekala,” ujar Sadewo.

Ia menjelaskan, ziarah ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai pengabdian, ketulusan, dan jiwa kesatria yang diwariskan para pendiri Banyumas.

Sadewo juga menyoroti sikap luhur Raden Joko Kaiman yang rela membagi wilayah Kadipaten Wirasaba kepada saudara-saudara iparnya setelah menerima penobatan dari Sultan Pajang, Hadiwijaya.

“Rikalane esih sugeng, panjenengane Raden Joko Kaiman ngetonaken dharma bekti sing luhur, ora duwe pamrih kanggo kepentingane dewek, nanging kabeh kanggo murakabi tumraping para kawula. Wektu jumeneng Adipati Wirasaba, kadipaten kapara dadi papat, dipasrahaken maring ipe-ipene. Panjenengane milih laladan Kejawar sing sebanjure dibangun dadi kadipaten sing sikine Kabupaten Banyumas,” jelasnya.

Menurut Sadewo, dari peristiwa itu lahirlah gelar Adipati Mrapat, yang bermakna pembagian wilayah Kadipaten Wirasaba menjadi empat bagian, yakni Banjarpertambakan, Merden, Wirasaba, dan Kejawar yang kemudian berkembang menjadi Banyumas.

Nilai-nilai kepemimpinan, keikhlasan, serta semangat membangun tanpa pamrih inilah yang, menurutnya, patut diteladani oleh seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan saat ini.

“Tujuan kami berziarah adalah untuk mendoakan Raden Joko Kaiman, Bupati pertama Banyumas, yang telah meletakkan fondasi bagi kemajuan daerah ini hingga sekarang. Sekaligus menjadi momen introspeksi bagi kita semua,” tambahnya.

Prosesi ziarah ditutup dengan tabur bunga yang dipimpin langsung oleh Bupati Sadewo dan diikuti seluruh peserta. Seusai acara, ratusan warga yang telah menunggu di area depan makam menyambut rombongan kepala daerah.

Sebagai bagian dari tradisi tahunan menjelang Hari Jadi Banyumas, Bupati bersama pimpinan daerah lainnya juga membagikan uang kepada warga yang hadir di kompleks makam. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat dalam merawat sejarah serta menghormati jasa para pendiri Banyumas.

Peringatan Hari Jadi ke-455 Banyumas tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat semangat gotong royong dan komitmen membangun daerah yang “widodo lestari kalis ing sambekala” — sejahtera dan terhindar dari segala marabahaya.