Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek sering kali identik dengan angka tahun yang mengacu pada kalender Konghucu (Kongzili). Sebagai contoh, tahun 2026 Masehi ini secara umum disebut sebagai tahun 2577 Kongzili. Namun, tahukah Anda bahwa dalam tradisi Taoisme (Dao), terdapat sistem penanggalan sendiri yang jauh lebih tua dan memiliki akar sejarah yang mendalam?
Sistem ini dikenal sebagai Huangdi Era (HE) atau Tao Li, yang menjadi acuan utama bagi penganut Taoisme dan sejarah peradaban Tiongkok kuno.
1. Huangdi Era: Mengenang Kaisar Kuning
Berbeda dengan penanggalan Kongzili yang dihitung sejak kelahiran Nabi Kongzi (551 SM), penanggalan Taoisme didasarkan pada tahun pertama pemerintahan Kaisar Huangdi (Kaisar Kuning).
Kaisar Huangdi dianggap sebagai leluhur bangsa Han (etnis Tionghoa) dan tokoh sentral dalam mitologi serta sejarah Tiongkok. Beliau memerintah sekitar tahun 2697 SM. Oleh karena itu, perhitungan tahun dalam Taoisme dimulai jauh lebih awal.
Rumus Perhitungan: Untuk mengetahui tahun dalam kalender Taoisme, Anda cukup menambahkan angka 2697 pada tahun Masehi saat ini.
- Rumus: Tahun Masehi + 2697 = Tahun Huangdi Era (HE)
- Contoh: Karena tahun ini adalah 2026, maka tahun Taoisme adalah 2026 + 2697 = 4723 HE.
Angka ini menunjukkan bahwa peradaban dan sistem penanggalan ini telah berjalan selama lebih dari 4.700 tahun, jauh sebelum kelahiran Konfusius.
2. Asal-Usul dan Pencipta: Guang Cheng Zi
Menurut tradisi Tao, sistem penanggalan ini disusun oleh Guang Cheng Zi, seorang tokoh suci Taoisme yang juga menjadi guru bagi Kaisar Huangdi.
Pada zaman dahulu, sistem ini dikenal sebagai Nongli (Kalender Pertanian). Sesuai namanya, kalender ini diciptakan dengan perhitungan astronomi yang rumit untuk membantu masyarakat agraris menentukan waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Selain itu, kalender ini juga memuat pedoman untuk memilih hari baik (auspicious days) guna berbagai keperluan penting seperti pernikahan, mendirikan rumah, hingga ritual keagamaan.
3. Mengapa di Indonesia Lebih Populer “Kongzili”?
Anda mungkin bertanya, mengapa di Indonesia angka tahun Imlek lebih sering menggunakan perhitungan Kongzili (misal: 2577) daripada Huangdi Era (4723)?
Hal ini tidak lepas dari sejarah sosial-politik di Indonesia. Pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), agama Khonghucu dipulihkan hak sipilnya dan diakui secara resmi. Untuk keperluan administrasi dan penetapan hari libur nasional keagamaan, pemerintah memerlukan acuan tahun yang spesifik bagi umat Khonghucu. Maka, tahun kelahiran Nabi Kongzi (551 SM) ditetapkan sebagai titik awal perhitungan tahun Imlek resmi di Indonesia.
Di luar Indonesia (seperti di Tiongkok, Singapura, atau Taiwan), perayaan ini umumnya hanya disebut sebagai Chinese New Year atau Spring Festival tanpa menyertakan angka tahun keagamaan. Masyarakat global lebih sering menggunakan tahun Masehi atau sekadar menyebut shio tahun tersebut (Tahun Kuda Api untuk 2026).
4. Variasi Penanggalan Lain dalam Sejarah Tiongkok
Selain Huangdi Era dan Kongzili, sejarah Tiongkok mencatat beberapa sistem penanggalan lain yang pernah digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu, antara lain:
- Qin Era (QE): Didasarkan pada penyatuan Tiongkok oleh Dinasti Qin pada 221 SM.
- Yao Era (YE): Mengacu pada pemerintahan Kaisar Yao yang legendaris sekitar tahun 2144 SM.
Namun, Huangdi Era tetap menjadi yang paling signifikan bagi penganut Taoisme karena status Huangdi sebagai “Bapak Peradaban Tiongkok” dan kaitan eratnya dengan ajaran Tao.
5. Relevansi Masa Kini
Meskipun penganut Taoisme modern menggunakan kalender Masehi (Yang Li) untuk urusan sipil sehari-hari, kalender Nongli atau Tao Li tetap vital untuk:
- Ritual Keagamaan: Menentukan tanggal sembahyang kepada Dewa-Dewi.
- Feng Shui & Bazi: Menghitung nasib, keberuntungan, dan tata letak bangunan.
- Pertanian: Di pedesaan Tiongkok, kalender ini masih menjadi patokan musim tanam dan panen.
Sistem penanggalan dalam agama Tao mengajarkan kita bahwa Imlek bukan sekadar pergantian tahun, melainkan warisan astronomi dan budaya yang sangat tua. Mengakui adanya sistem Huangdi Era (HE) memperkaya wawasan kita akan panjangnya sejarah peradaban Tionghoa.
Jadi, saat merayakan Imlek di tahun 2026 ini, Anda bisa mengingat: bagi administrasi negara, ini adalah tahun 2577 (Kongzili), tetapi bagi tradisi Tao dan sejarah panjang leluhur, ini adalah tahun 4723 (Huangdi Era).