TINJAUAN : Deputi Sistem Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangribuan, bersama jajaran saat meninjau SPPG Kutasari, Kecamatan Baturraden, Jumat (23/1/2025) petang.
PURWOKERTO – Komitmen Kabupaten Banyumas dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Deputi Sistem Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Tigor Pangribuan, menyatakan terkesan dengan kesiapan dan kinerja SPPG Kutasari, Kecamatan Baturraden, saat melakukan kunjungan kerja, Jumat (23/1/2025) petang.
Dalam agenda tersebut, Tigor bersama jajaran BGN dan perwakilan Bappenas melakukan monitoring langsung ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Kutasari dan SPPG di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Purwokerto Selatan.
“Kunjungan kali ini untuk memastikan seluruh proses di SPPG berjalan sesuai standar dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Kami memantau mulai dari fasilitas, pengelolaan dapur, hingga kualitas layanan,” ujar Tigor usai peninjauan.
Hasilnya, kedua SPPG dinilai telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan. Tigor menyoroti aspek kebersihan, sanitasi, kualitas makanan, hingga pemberdayaan relawan lokal sebagai nilai tambah.
“SPPG berjalan sesuai SOP, higienis, sanitasinya baik, kualitas terjaga, dan yang tak kalah penting, mereka melibatkan relawan dari masyarakat sekitar. Ini bentuk pelayanan sekaligus pemberdayaan,” tegasnya.
Mitra SPPG Kutasari, Imarotun Noorhayati, mengungkapkan pihaknya mengelola dapur gizi dengan berpedoman pada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari pemerintah. Kunjungan dari pusat, menurutnya, menjadi suntikan semangat bagi tim di lapangan.

“Alhamdulillah, kami merasa terhormat. Kehadiran BGN dan Bappenas memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dapur. Kami berupaya menjalankan program ini sebaik mungkin sesuai arahan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan SPPG Kutasari tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Hikmahnya, kita ikut mencetak generasi emas melalui gizi yang bersih, sehat, dan bermanfaat. Di sisi lain, kami membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian lokal di Banyumas,” ujarnya.
Imarotun menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan di dalam dapur. Timnya rutin turun langsung memantau proses distribusi hingga makanan benar-benar diterima oleh para penerima manfaat.
“Kami selalu memastikan pendistribusian berjalan sesuai anjuran pemerintah, dari dapur sampai ke tangan penerima,” tambahnya.
Kunjungan tersebut turut didampingi anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Partai Gerindra, Alfiatun Khasanah. Ia menyatakan pihaknya berkewajiban mengawal program strategis nasional agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara nyata.
“Kami mengawasi proses pelaksanaan dan pendistribusian, agar program Presiden benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi warga,” pungkasnya.