Wangon, suarabanyumas.co.id – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 2 Pengadegan berlangsung edukatif dan penuh keceriaan, Senin pagi. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi sekolah dengan Mahasantri KKN Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia Leler, Kebasen, melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.
Rangkaian acara diawali pukul 07.30 WIB dengan shalat Dhuha berjamaah di halaman sekolah yang dipimpin Mahasantri KKN. Nuansa religius terasa sejak awal kegiatan, dengan siswa mengenakan busana muslim dan mengikuti rangkaian ibadah secara tertib dan khidmat.
Kepala SD Negeri 2 Pengadegan, Nuning Indriyati, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi sarana strategis untuk membangun karakter religius siswa sejak dini. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus membiasakan praktik ibadah dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya.
Usai shalat berjamaah, kegiatan berlanjut di auditorium sekolah dengan pengenalan bahasa Arab dasar. Mahasantri KKN mengenalkan ungkapan sederhana seperti *kaifa halukum* dan *shobahul khoir* menggunakan metode interaktif agar mudah dipahami dan diminati siswa.
Ketua Mahasantri KKN Kelompok 3, Rakhmat Puji Iriyanto, menjelaskan bahwa pengenalan bahasa Arab dirancang ringan dan aplikatif. “Kami ingin siswa merasa dekat dengan bahasa Arab, tidak takut, dan memahami bahwa bahasa ini bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Interaksi siswa semakin meningkat saat sesi lagu bahasa Arab “Huna Nafroh” dan pengenalan bulan-bulan Hijriyah. Materi disampaikan komunikatif oleh tim Mahasantri KKN, sehingga siswa aktif mengikuti dan merespons setiap instruksi yang diberikan.
Setelah istirahat dan makan bersama, acara inti diisi dengan peneladanan kisah Isra Mi’raj melalui tanya jawab interaktif berhadiah. Metode ini memancing antusiasme siswa untuk berpartisipasi, ditandai dengan keaktifan menjawab pertanyaan hingga seluruh hadiah yang disiapkan habis dibagikan.
Kegiatan ditutup dengan suasana meriah dan tertib berkat dukungan penuh guru dan staf sekolah. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam memperkuat pendidikan karakter, religiusitas, serta literasi keislaman siswa, sekaligus menjadi model pengabdian masyarakat yang aplikatif dan inspiratif bagi kegiatan serupa ke depan.
editor ; izzati