Kampus Berdampak, Fakultas Agama Islam UMP Hadirkan Mahasiswa Internasional di MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul
BANYUMAS – MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul (MAHADIKA) berkolaborasi dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam kegiatan inspiratif bertajuk “Sharing and Motivation: Learning Beyond Borders” pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB semakin menarik karena bersama oleh mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dua mahasiswa asing tersebut adalah Muhammad Abo Alhasan, mahasiswa Program Studi English Literature asal Sudan, dan Mamoudou Sangare Toufi, mahasiswa Program Studi Master of English Education asal Mali. Keduanya berbagi pengalaman belajar lintas negara sekaligus memotivasi siswa agar berani dan semangat mempelajari Bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kampus Berdampak yang difasilitasi oleh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto terhadap sekolah mitra kolaborasi yaitu MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul. Kolaborasi untuk bertujuan pula untuk memperkuat pembelajaran Bahasa Internasional terintegrasi dengan karakter yang menjadi keunggulan Fakultas Agama Islam.
Langkah ini dinilai strategis untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global di masa depan yang berpikir think globally act locally dengan tetap berakar pada budaya bangsa yang luhur dan jati diri bangsa.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., turut memberikan penguatan terhadap kegiatan yang sangat strategis ini bagi pengembangan MI ke depan agar terus melakukan continues improvement.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memotivasi anak-anak agar lebih giat belajar Bahasa Inggris. Apalagi MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul sudah membuka kelas bilingual, sehingga penguatan motivasi dan kepercayaan diri siswa menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan positif MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah siswa terus mengalami peningkatan dari sekitar 160 siswa menjadi lebih dari 180 siswa.
“Peningkatan jumlah murid ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap mutu pendidikan di MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Pada sesi tanya jawab, banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber internasional.
“Respon guru dan siswa sangat luar biasa. Siswa berani bertanya dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa asing. Ini menjadi indikator positif bahwa kegiatan seperti ini efektif menumbuhkan semangat belajar,” pungkas Assoc. Prof. Dr. Darodjat. M.Ag.
Melalui kegiatan Learning Beyond Borders, MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul bersama Universitas Muhammadiyah Purwokerto berharap dapat terus menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, inklusif, dan berorientasi global, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dasar Muhammadiyah. (*/Chy)