PURWOKERTO, suarabanyumas.co.id– Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Ridwan, secara resmi melepas 268 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-57 pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Prosesi pelepasan berlangsung di depan Rektorat UIN Saizu Purwokerto.
Acara dihadiri Wakil Rektor 1 UIN Saizu Purwokerto, Prof Suwito, pimpinan universitas, unsur LPPM, para wakil dekan, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan mahasiswa tampak memadati area depan rektorat dengan mengenakan jas almamater UIN Saizu.
Pelepasan KKN 57 menjadi penanda dimulainya program pengabdian mahasiswa UIN Saizu kepada masyarakat dengan mengusung tema “Saizu Memberdaya- Menguatkan Umat, Menghijaukan Lingkungan, dan Menggerakkan Ekonomi.”
Dalam sambutannya, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu, Dr. Toifur, yang mewakili Ketua LPPM Prof. Ansori, menyampaikan bahwa seluruh peserta KKN 57 akan diterjunkan di Kabupaten Purbalingga.
“KKN Angkatan ke-57 ini diikuti oleh 268 mahasiswa dan akan dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kalimanah dan Kecamatan Padamara. Hari ini dilepas secara simbolik, dan pada Senin pagi akan dilakukan serah terima resmi di Pendopo Kabupaten Purbalingga,” jelasnya.
Dr. Toifur juga mengingatkan bahwa sebelum pelepasan, mahasiswa telah dibekali melalui Workshop Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, sebagai bekal konseptual dan teknis dalam menjalankan program KKN di desa.
Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, dalam arahannya menegaskan KKN merupakan bagian integral dari proses akademik mahasiswa, sekaligus wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa KKN adalah duta kampus yang membawa nilai, etika, dan citra UIN Saizu di tengah masyarakat.
“KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi juga proses akademik. Kalian membawa bekal teori dan pengetahuan dari bangku kuliah untuk dipraktikkan dalam kehidupan nyata di masyarakat,” ujar Prof. Ridwan.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat hanya dapat berjalan efektif jika mahasiswa terlebih dahulu memiliki kapasitas dan daya. Karena itu, KKN menjadi ruang belajar yang strategis bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sosial, sekaligus menemukan inspirasi akademik, termasuk untuk riset dan penyusunan skripsi.
“Masyarakat adalah universitas yang sesungguhnya. Dari sanalah kalian bisa belajar, mengidentifikasi persoalan, dan menemukan tema-tema akademik yang relevan,” tambahnya.
Prof. Ridwan juga menekankan pentingnya soliditas tim selama pelaksanaan KKN. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak ditentukan oleh individu, melainkan oleh kekuatan kolaborasi dan kebersamaan.
“Tidak ada superman dalam KKN, yang ada adalah super tim. Bangun kebersamaan, kolaborasi, dan komunikasi yang baik agar program KKN benar-benar berdampak bagi desa,” tegasnya.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan di desa, mulai dari pemerintah desa, organisasi masyarakat, kelompok pemuda, hingga majelis taklim. Program KKN, menurut Rektor, harus dirumuskan bersama masyarakat agar benar-benar menjawab kebutuhan lokal.
Prosesi pelepasan KKN 57 secara simbolik ditandai dengan pelepasan burung oleh Rektor UIN Saizu bersama para dekan dan dosen pembimbing lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Rahman Afandi, memohon kelancaran, keselamatan, serta keberhasilan mahasiswa selama menjalankan KKN.
Usai seremoni, para peserta KKN melakukan diskusi dan persiapan teknis sebelum terjun ke lokasi pengabdian. Program KKN 57 UIN Saizu dijadwalkan berlangsung selama 40 hari, mulai 12 Januari hingga 20 Februari 2026.
Melalui KKN Angkatan ke-57 ini, UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak, sejalan dengan visi kampus sebagai perguruan tinggi yang unggul, progresif, dan integratif.