PURWOKERTO- BPJS Kesehatan Kantor Cabang Purwokerto terus mendorong seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mencegah risiko penyakit kronis sejak dini dengan melakukan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Skrining Riwayat Kesehatan wajib dilakukan minimal satu kali dalam setahun oleh seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri menjelaskan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko penyakit kronis yang dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke dapat dideteksi sedini mungkin melalui Skrining Riwayat Kesehatan. Peserta yang berisiko, selanjutnya dapat berkonsultasi dengan dokter di FKTP untuk penanganan lanjutan sesuai dengan kondisi yang terdeteksi.
“Skrining Riwayat Kesehatan merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam Program JKN. Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat sakit, tetapi juga melalui langkah pencegahan sejak dini. Semakin cepat risiko penyakit diketahui, maka semakin cepat pula upaya antisipasi dan penanganannya,” ujar Niken di kantornya pada Jumat (09/01).
Niken menjelaskan bahwa Peserta dapat mengisi skrining secara mandiri kapan saja dan di mana saja melalui Aplikasi Mobile JKN. Selain melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta juga dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) di nomor 0811 8165 165, melalui website resmi www.bpjs-kesehatan.go.id, maupun dengan datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.
“Ada beberapa alternatif pilihan untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan. Proses pengisian Skrining Riwayat Kesehatan juga sangat mudah dan cepat. Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit,” ungkap Niken.
Niken juga mengingatkan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan merupakan hal yang penting. Jika peserta belum pernah melakukan skrining dalam kurun waktu tahun berjalan, maka peserta akan diingatkan oleh petugas fasilitas kesehatan untuk melakukan skrining saat berkunjung ke FKTP.
“Melalui skrining ini, kami harap peserta JKN semakin sadar akan pentingnya melakukan pencegahan penyakit sejak dini. Kalau bisa skrining sekarang, kenapa harus ditunda nanti,” kata Niken.
Salah satu peserta JKN asal Purwokerto, Achmad Yadi Kurniawan (35) yang akrab disapa Yadi, mengaku terbantu dengan adanya Skrining Riwayat Kesehatan. Beberapa waktu yang lalu, ia melakukan skrining melalui Aplikasi Mobile JKN di gawai miliknya. Ia juga menilai prosesnya sangat praktis, dan mudah dipahami bagi orang awam seperti dirinya.
“Saya kira itu bakalan ribet, ternyata hanya perlu beberapa menit dan bisa dilakukan juga dari rumah karena pakai Aplikasi Mobile JKN. Dari hasil skrining ini saya jadi mengetaui risiko penyakit apa yang ada,” tuturnya. (sa/he)