PURWOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyoroti tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Banyumas, yang hingga Maret 2025 tercatat masih berada di angka 11,015 persen. Persentase ini bahkan berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 9 persen, menjadi tantangan besar bagi Baznas untuk turut mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengungkapkan bahwa masih ada 194.087 jiwa di Banyumas yang perlu ditingkatkan derajat hidupnya.
“Upaya yang kita gulirkan hari ini adalah untuk mempercepat dan akselerasi agar angka kemiskinan di Banyumas turun, minimal tidak jauh dari angka nasional,” ujar Saidah Sakwan saat memberikan sambutan di Baznas Banyumas, Senin (22/12/2022).
Fokus pada Program Produktif dan Pendidikan Anak
Untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan, Baznas RI menggelontorkan program-program produktif yang signifikan di Banyumas, termasuk inisiatif seperti Zmart, ZAuto, Z Coffee, Z Chicken, dan peternakan. Program-program ini dirancang sebagai stimulasi agar para mustahik (penerima zakat) bisa “naik kelas” menjadi muzakki (pemberi zakat).
Saidah Sakwan menekankan pentingnya penggunaan dana hasil usaha secara bijak, dengan fokus utama pada pendidikan anak.
> “Jadi kalau punya uang dari hasil usaha, jangan digunakan untuk konsumtif, tapi fokuskan untuk pendidikan anak. Capaian pendidikan dalam keluarga juga menjadi upaya meningkatkan kualitas keluarga dan masa depan anak,” tegasnya.
>
Ia berharap setiap penerima program dapat meluluskan anaknya hingga jenjang sarjana, menjadikannya kunci untuk perbaikan kualitas keluarga dan masa depan. Selain itu, ia juga mengingatkan para mustahik untuk menjaga salat lima waktu dan mendoakan para muzakki agar setiap usaha yang dijalankan mendapat keberkahan.
Apresiasi Kinerja dan Pertumbuhan Zakat di Banyumas
Kinerja Baznas Banyumas mendapat apresiasi tinggi dari Baznas Provinsi Jawa Tengah. Wakil Ketua II Baznas Jawa Tengah, Zen Yusuf, menyebut bahwa program bantuan dari Baznas RI di Banyumas sangat banyak dan bervariasi.
“Apresiasi juga kepada Banyumas, di samping program Baznas RI juga ada program inovasi dan replikasi dari Baznas RI,” kata Yusuf.
Pertumbuhan pengumpulan zakat di Banyumas menunjukkan tren positif. Jika pertumbuhan nasional berkisar 20-30 persen, Banyumas mencatat pertumbuhan hingga 40 persen, bahkan berhasil menyalip perolehan zakat dari Kabupaten Karanganyar.
Yusuf juga menekankan perubahan fokus distribusi pada tahun 2026, di mana program produktif akan lebih diutamakan, dengan alokasi konsumtif hanya sekitar 40 persen. “Bantuan produktif ini tolong dikawal,” pesannya.
Ajakan Donasi untuk Korban Bencana
Di sela-sela kegiatan, Saidah Sakwan juga mengajak masyarakat Banyumas untuk turut berkontribusi dan berdonasi bagi korban bencana banjir di Sumatera dan Aceh.
“Saya baru saja kembali dari Aceh dan Sumatera, kondisi mereka masih sangat memprihatinkan dan butuh bantuan kita semua,” ungkapnya.
Kondisi para korban saat ini sangat memprihatinkan, tanpa akses memadai terhadap tempat tinggal, air bersih, listrik, termasuk tempat ibadah. Menjelang bulan Ramadhan, Baznas RI akan berfokus pada revitalisasi masjid dan mushola agar masyarakat korban bencana bisa kembali beribadah dengan layak.
Hingga saat ini, Baznas RI telah membuka 54 posko bantuan dan dapur umum, serta mendistribusikan setidaknya 2 juta makanan siap konsumsi. Kedepannya, Baznas RI juga berencana membangun rumah sementara dan merenovasi tempat ibadah serta rumah warga di daerah terdampak.