Stok Bahan Pokok Makanan Jelang Nataru Aman, Masyarakat Diharap Tetap Bijak Berbelanja

oleh Tim Redaksi

PURWOKERTO — Ketersediaan bahan pokok dan barang penting (bapokting) di Kabupaten Banyumas dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny, berdasarkan hasil pemantauan stok dan distribusi hingga pertengahan Desember 2025.

Berdasarkan data per 16 Desember 2025, sejumlah komoditas utama menunjukkan tingkat ketahanan yang relatif panjang. Stok beras, misalnya, tercatat mencapai 26.631 ton dengan kebutuhan harian sekitar 571,06 ton, sehingga mampu bertahan hingga 47 hari. Kondisi serupa juga terlihat pada komoditas strategis lain seperti gula pasir, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga minyak goreng.

“Secara umum, ketersediaan bahan pokok di Banyumas dalam kondisi aman dan terkendali. Stok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru, dengan dukungan distribusi yang berjalan lancar,” ujar Christoveny kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Untuk komoditas protein hewani, stok daging ayam ras tercatat sebesar 3.922 ton dengan ketahanan hingga 51 hari, didukung oleh penambahan pasokan harian dari pemasok di 25 pasar tradisional di Banyumas. Sementara itu, stok telur ayam ras mencapai 5.549 ton dengan ketahanan 23 hari, dan daging sapi sebanyak 419 ton dengan ketahanan 38 hari.

Komoditas hortikultura juga menunjukkan kondisi stabil. Stok bawang merah mencapai 501 ton dengan ketahanan 30 hari, dengan penambahan pasokan setiap dua hari sekali. Cabai merah dan cabai rawit masing-masing memiliki ketahanan 33 hari dan 21 hari, dengan suplai harian dari pemasok di pasar-pasar utama.

Christoveny menambahkan, stabilitas pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali, terutama saat momentum peningkatan permintaan musiman.

“Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan pasokan terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” tegasnya.

Tak hanya bapokting, ketersediaan energi juga dipastikan aman. Alokasi LPG 3 kg untuk Kabupaten Banyumas tahun 2025 sebesar 58.476 metrik ton (MT), dengan realisasi hingga November 2025 mencapai 53.285 MT atau setara 17,76 juta tabung. Dengan estimasi penyaluran Desember dan tambahan fakultatif saat Nataru sebesar 190 MT, total realisasi diperkirakan mencapai 57.877 MT.

“Jumlah tersebut sangat aman untuk mencukupi kebutuhan LPG 3 kg masyarakat Banyumas selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” kata Christoveny.

Untuk LPG non-subsidi, yakni tabung 5 kg dan 12 kg, pasokan dipastikan fleksibel dan selalu tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga berada dalam kondisi terkendali. Di Kabupaten Banyumas terdapat 38 SPBU, dengan dukungan mobile storage di titik strategis seperti SPBU Ajibarang dan Jatilawang. Hingga 15 Desember 2025, realisasi BBM jenis Solar (JBT) telah mencapai 95,7 persen dari alokasi tahunan, sedangkan Pertalite (JBKP) berada di angka 86,2 persen.

“Depot Maos siap mendukung dan membackup kebutuhan BBM, baik JBT maupun JBKP, menjelang hingga pasca Natal dan Tahun Baru,” jelas Christoveny.

Dengan kondisi tersebut, BI Purwokerto optimistis aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat Banyumas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan lancar, tanpa gangguan berarti dari sisi pasokan maupun distribusi.