PURWOKERTO – Sebanyak 280 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan kepada para penarik becak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (2/12/2025). Penyerahan berlangsung di Pendopo Sipanji Purwokerto, dipimpin langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Ketua Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko.
Acara berlangsung hangat dan penuh haru, terlebih bagi sebagian besar penerima yang berusia lanjut dan telah puluhan tahun menggantungkan hidup pada kayuhan becak tradisional.
Program Kemensos GSN di Bawah Presiden Prabowo
Dalam keterangannya, Teguh menjelaskan bahwa program bantuan becak listrik merupakan bagian dari Gerakan Solidaritas Nasional (GSN)—organisasi sosial kemanusiaan yang berada di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan fokus pada pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan.
Menurut Teguh, program ini lahir dari keprihatinan Presiden terhadap banyaknya penarik becak yang sudah lanjut usia namun masih harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga.
“Program becak listrik muncul karena Presiden melihat masih banyak penarik becak usia lanjut yang seharusnya menikmati masa tua, namun tetap bekerja. Becak listrik ini diharapkan meringankan beban mereka,” ujar Teguh usai menyerahkan bantuan secara simbolis.

Ia menambahkan, becak listrik dirancang lebih ringan, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan produktivitas penarik becak.
Jika sebelumnya pembecak hanya mampu menarik 2–3 jam karena kelelahan, kini dengan becak listrik mereka bisa bekerja hingga 8–10 jam tanpa menguras tenaga.
Tidak Ada Daerah Istimewa
Teguh menepis anggapan bahwa Kabupaten Banyumas mendapat perlakuan khusus.
“Semua daerah akan mendapat bantuan. Tidak ada prioritas berdasarkan suku atau asal. Target populasi becak di Indonesia sekitar 80 ribu unit, seluruhnya akan dibagikan bertahap,” tegasnya.
Pada tahun 2025, pembagian ditargetkan mencapai 10.000 unit, meningkat menjadi 30.000 unit pada 2026, bekerja sama dengan PT Pindad dan PT VR untuk mempercepat produksi.
Pengawasan Ketat, Becak Tidak Boleh Dijual
Ia menegaskan kembali bahwa becak listrik tidak boleh dijual oleh penerima.
“Kalau ada yang menyalahgunakan, termasuk menjual, becak akan kami tarik dan dialihkan ke penarik becak lain. Yayasan melakukan kontrol bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Kisah Mengharukan Penerima: 45 Tahun Mengayuh Becak
Salah satu penerima bantuan, Warsim Warsito (72), warga Kedungmalang, Sumbang, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia telah menarik becak sejak tahun 1980, memiliki 7 anak dan 16 cucu, dan rata-rata hanya berpenghasilan Rp30 ribu per hari.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tidak akan saya jual, akan saya gunakan untuk bekerja,” tuturnya lirih.
Jadwal Pembagian Becak Listrik di Jawa Tengah dan Sekitarnya
Kabupaten/Kota | Jumlah | Lokasi Banyumas | 280 unit | Pendopo Sipanji Purwokero
Banjarnegara| 100 unit | Pendopo Bupati Banjarnegara |
Purbalingga | 100 unit | Pendopo Wakil Bupati Purbalingga
Cilacap | 180 unit | Pendopo Bupati Cilacap Brebes | 100 unit | Pendopo Bupati Brebes Cirebon | 100 unit | Pendopo Bupati Cirebon |
Total pembagian untuk wilayah Jawa Tengah bagian barat mencapai 860 unit.
Spesifikasi Teknis Becak Listrik Setiap becak listrik dilengkapi dengan:
Charger
Speedometer
Bel dan klakson
Lampu sen dan lampu utama
Kunci starter
Spion kanan–kiri
Harga satu unit diperkirakan mencapai Rp22 juta.
Menurut Kabid Keselamatan Dinas Perhubungan Banyumas, Mufti H, becak listrik memiliki kemampuan:
Kapasitas beban maksimal: 110 kg
Kapasitas penumpang: 140 kg
Kecepatan maksimum: 15 km/jam
Harapan Baru bagi Penarik Becak
Program becak listrik ini diharapkan bukan hanya menjadi solusi transportasi ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan penarik becak di Indonesia. Dengan tenaga listrik yang lebih ringan, mereka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup secara signifikan.
Bagi Warsim dan ratusan pembecak lain di Banyumas, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru—melainkan harapan untuk kehidupan yang lebih layak di usia senja.