PURWOKERTO – Program pengembangan talenta digital terbesar di Indonesia, IDCamp 2025 yang digelar Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), resmi memasuki tahap seleksi. Ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia ikut berkompetisi memperebutkan beasiswa pelatihan digital berskala nasional tersebut, termasuk mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Pada Selasa (18/11/2025), ratusan mahasiswa memadati Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed untuk mengikuti pembekalan seleksi IDCamp 2025. Acara dibuka oleh VP Head of Sales South Central Java Tri, Refi Hendriana, mewakili EVP Head of Circle Java Indosat, Fahd Yudhanegoro.
Refi menegaskan bahwa IDCamp konsisten menjadi wadah pembentukan talenta digital masa depan yang mampu bersaing di tengah percepatan transformasi teknologi.
“Kita ingin semakin banyak talenta-talenta baru di bidang digital yang bisa berhasil dan berkembang. Dengan hadir di berbagai kampus, termasuk Semarang dan Purwokerto, kami berharap IDCamp dapat memunculkan generasi ahli digital, khususnya inovasi AI yang berkembang pesat,” ujarnya.
Fokus 2025: AI Development dan Integrasi Teknologi AI
Tahun ini, IDCamp berfokus pada penguatan kompetensi Artificial Intelligence (AI) melalui dua kategori utama:
AI Development,
AI Integration,
yang terbagi dalam delapan alur belajar. Dua di antaranya merupakan alur terbaru: AI Engineer dan Generative AI Engineer, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus meningkat terhadap pengembang AI berkualifikasi tinggi.
Selain pelatihan online, peserta juga dibimbing secara offline oleh mitra seperti Dicoding, yang akan mendampingi peserta memperdalam kemampuan teknis selama enam bulan. Seluruh biaya program ditanggung sepenuhnya oleh Indosat.

Refi menjelaskan, seleksi di Unsoed sendiri mencakup dua jalur utama:
1. AI Engineer – fokus pada pembangunan model kecerdasan buatan,
2. AI Enabler – fokus pada penerapan dan integrasi AI ke berbagai aplikasi.
Rektor Unsoed: IDCamp Jadi Jembatan antara Kampus dan Dunia Industri
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, menilai IDCamp sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia unggul di era digital.
“Ini sangat strategis untuk menyiapkan adik-adik kita, terutama yang memiliki talenta digital. Pelatihan ini menjembatani kebutuhan praktis seperti coding, yang mungkin belum dipelajari secara mendalam di kampus,” ungkapnya.
Ia berharap para peserta dan alumni IDCamp dapat membangun komunitas belajar yang aktif sehingga peningkatan kompetensi tidak berhenti hanya di ruang kuliah, tetapi juga berkembang melalui kolaborasi dan pengalaman praktis.
Kurikulum IDCamp dikembangkan oleh Dicoding, Google Authorized Training Partner, dengan materi berbasis use case industri agar lulusan bisa langsung terserap kebutuhan dunia kerja.
10.426 Pendaftar dari Jawa Tengah
Antusiasme mahasiswa di Jawa Tengah terbilang tinggi. Hingga hari ini, tercatat 10.426 pendaftar atau 11,2 persen dari total pendaftar nasional. Secara nasional, IDCamp telah meraih 93.000 peserta dan menargetkan 110.000 pendaftar hingga akhir periode.
Dengan mulai bergulirnya proses seleksi, mahasiswa Unsoed kini bersiap bersaing untuk menjadi bagian dari lulusan IDCamp yang dikenal memiliki skill digital terstandar industri.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Indosat untuk mempercepat literasi digital dan memperkuat ekosistem talenta AI Indonesia menuju daya saing global.