BANYUMAS – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan media yang semakin ketat, Banyumas TV membuktikan diri tetap bertahan dan relevan. Memasuki usia ke-23 tahun, stasiun televisi lokal ini terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sumber informasi penting bagi masyarakat Banyumas.
Direktur Banyumas TV, Haris Subiyakto, mengakui perjalanan panjang yang dilalui tidak selalu mudah. Berbagai dinamika, tantangan, hingga hambatan sempat dihadapi, namun dengan dukungan berbagai pihak, Banyumas TV mampu bertahan hingga saat ini.
“Perjalanan 23 tahun ini penuh dinamika. Banyak tantangan dan hambatan, tetapi kami bersyukur Banyumas TV masih tetap eksis. Ini tidak lepas dari dukungan para mitra dan semua pihak,” ujar Haris dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Banyumas TV berkomitmen untuk terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus meningkatkan kualitas siaran agar tetap relevan di tengah kebutuhan informasi masyarakat yang terus berubah.
Acara peringatan hari jadi tersebut juga dihadiri oleh Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas, serta akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Suasana berlangsung hangat, penuh keakraban, bahkan sesekali diselingi canda.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menyampaikan bahwa momentum ulang tahun Banyumas TV juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan saling memaafkan, terlebih masih dalam suasana Idulfitri.
“Suasananya sangat akrab, penuh canda, ini momentum yang baik untuk saling memaafkan. Banyumas TV sudah menjadi bagian penting bagi masyarakat Banyumas,” ungkap Sadewo.
Ia juga mengapresiasi peran Banyumas TV dalam menyampaikan informasi pembangunan daerah kepada masyarakat. Menurutnya, media lokal memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan konstruktif.
“Banyumas TV telah berkontribusi besar dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Harapannya, ke depan bisa terus mendukung terwujudnya Banyumas yang PAS, sesuai arah pembangunan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Sadewo juga menyinggung sejumlah isu pembangunan daerah. Salah satunya terkait persoalan Kebondalem yang disebutnya telah diselesaikan sebelum pelantikan.
“Tidak ada pembiaran dalam kasus Kebondalem. Penyerahan sudah dilakukan dan sah menjadi milik Pemda. Namun, saat ini masih ada proses terkait kesepakatan dengan pihak ketiga mengenai hak dan kewajiban,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika dikomparasikan, masih terdapat sejumlah dana pemerintah daerah yang berada di pihak ketiga. Saat ini, proses tersebut tengah berada dalam tahap penilaian oleh BPKP melalui appraisal.
Selain itu, penataan kawasan Pasar Wage juga menjadi perhatian. Pemindahan pedagang disebut berjalan kondusif demi menciptakan keadilan bagi semua pihak.
“Pemindahan pedagang Pasar Wage berjalan baik dan kondusif. Ini demi keadilan bersama. Jalan Vihara juga tidak boleh lagi digunakan untuk berjualan,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Banyumas berencana menata ulang wajah Pasar Wage dengan menghadapkan area pasar ke Jalan Jenderal Sudirman, lengkap dengan pembangunan gerbang yang representatif guna menghidupkan suasana kawasan tersebut.
Sadewo juga mengungkapkan rencana penganggaran pembangunan yang telah diproyeksikan hingga tahun 2027 sebagai bagian dari upaya mewujudkan Banyumas yang lebih maju.
Dengan perjalanan panjang yang telah dilalui, Banyumas TV diharapkan terus menjadi media yang adaptif, informatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern.