Gus Enjang: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, ASN Banyumas Awali Amaliyah Ramadhan dengan Pengajian

PURWOKERTO — Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas mengikuti pengajian Jumat pagi yang disampaikan oleh Gus Enjang Burhanudin Yusuf, Jumat (20/2), di Pendopo Si Panji Purwokerto. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Amaliyah Ramadhan di lingkungan Setda Banyumas.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banyumas Wahyono mengatakan, pengajian rutin setiap Jumat selama Ramadhan digelar untuk memperkaya kegiatan keagamaan pegawai di lingkup sekretariat daerah.

“Kegiatan Amaliyah Ramadhan kali ini merupakan yang pertama dan akan dilaksanakan setiap hari Jumat selama bulan Ramadhan,” ujar Wahyono.

Dalam tausiahnya bertema *Ramadhan Bulan Penuh Berkah*, Gus Enjang—Dewan Pengasuh **Pondok Pesantren Darussalam**—menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Menurut dia, Ramadhan merupakan momentum meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta membersihkan jiwa dari dosa dan keburukan.

“Tidak heran jika Ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT,” katanya.

Gus Enjang juga mengingatkan bahwa puasa merupakan ibadah yang bersifat personal dan tidak bisa dipamerkan seperti ibadah lain. Karena itu, esensi puasa terletak pada pembentukan pribadi yang bertakwa.

“Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Memahami makna Ramadhan secara menyeluruh penting agar ibadah tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi benar-benar membawa perubahan positif dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ramadhan membuka peluang besar bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menjauhi perbuatan maksiat. Setiap amal kebaikan diyakini dilipatgandakan pahalanya. Melalui puasa yang dijalani secara benar, diharapkan tumbuh akhlak yang lebih baik—kejujuran, empati, dan kepedulian sosial—seiring kesadaran atas kondisi mereka yang kurang beruntung.

“Semoga Ramadhan yang kita jalani tidak hanya membawa keberkahan selama satu bulan, tetapi meninggalkan jejak kebaikan sepanjang tahun. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi bulan transformasi menuju pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan peduli sesama,” pungkas Gus Enjang.